Jakarta, InfoPublik - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur berharap seluruh pemerintah daerah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) yang dimiliki oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Pemda diharapkan mengimplementasikan aplikasi e-performance based budgeting yang bernama Simda," ujar Asman Abnur di Jakarta, Rabu (16/5).

Menurut dia, saat ini terdapat 365 pemerintah daerah yang menggunakan aplikasi untuk melakukan efisiensi anggarannya. Dari hasil evaluasi Kementerian PANRB atas pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah (SAKIP), pemerintah daerah yang mengimplementasikan Simda menunjukkan perubahan positif.

Hal ini disebutkan terbukti pada 2016, masih terdapat potensi pemborosan sebesar Rp392,87 triliun. Pasca, pemerintah daerah menggunakan aplikasi ini terdapat efisiensi anggaran yang cukup signifikan.

“Kini telah terwujud efisiensi atas anggaran sebesar minimal Rp41,15 triliun pada 2017,” ujar Asman.

Ia menilai pemborosan itu tak lepas dari kenyataan bahwa penetapan besaran anggaran masih seperti  pada konsep bagi-bagi kue semata, tanpa melihat prioritas pembangunan yang akan dicapai. Pertanggungjawaban penggunaan anggaran hanya berfokus pada kemana uang itu dibelanjakan, belum sepenuhnya dikaitkan dengan manfaat apa yang telah dihasilkan.

"Akibatnya, banyak sekali dana yang dihamburkan untuk kegiatan-kegiatan yang sebenarnya tidak prioritas dan sama sekali tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.