Jakarta, InfoPublik - Hipertensi disebut sebagai pembunuh senyap (silent killer) karena gejalanya sering tanpa keluhan. Biasanya penderita tidak mengetahui jika mengidap hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

"Hipertensi merupakan penyebab umum terjadinya kardiovaskular dan merupakan masalah utama di negara maju maupun berkembang. Kardiovaskular juga menjadi penyebab pertama kematian di dunia setiap tahunnya," sebut Kemenkes dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (16/5).

Berdasarkan data Riskesdas 2013, di Indonesia prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen, tertinggi di Bangka Belitung 30 persen dan terendah di Papua 16,8 persen.

Menurut data Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016 peningkatan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas sebesar 32,4 persen.

Sementara data BPJS Kesehatan menyebutkan, biaya pelayanan hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu Rp2,8 triliun pada 2014, Rp3,8 triliun 2015, dan Rp4,2 triliun di 2016.

Satu-satunya cara untuk mencegah hipertensi adalah rutin cek tekanan darah. Selain itu dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet tidak sehat, kurang konsumsi sayur dan buah, juga mengonsumsi garam berlebihan.

Untuk mengendalikan hipertensi, pemerintah Indonesia melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Harapannya, seluruh komponen bangsa dengan sadar mau membudayakan perilaku hidup sehat dimulai dari keluarga.

Germas dilakukan dengan aktifitas fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, konsumsi pangan sehat dan bergizi, melakukan pencegahan dan deteksi dini penykit, meningkatkan kualitas lingkungan menjadi lebih baik, dan meningkatkan edukasi hidup sehat.

Maka dari itu, bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia 2018, Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh masyarakat agar melakukan deteksi dini hipertensi secara teratur. Selain itu juga menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK, terdiri dari dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, dan kelola stress.