Jakarta, InfoPublik - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, meluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Padu Satu) di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (15/5). Padu Satu merupakan upaya Kementan dalam meningkatkan pelayanan publik sesuai Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.

Melalui Padu Satu, dirinya berharap, investasi di sektor pertanian kian bergairah. Dengan begitu, kemiskinan kian berkurang karena terbukanya lapangan kerja baru dan ekspor melonjak.

"Juga bisa lihat dampak kemiskinan di desa turun 2-3 persen, karena kita lakukan yang terbaik," ujarnya sela peluncuran padu satu.

Penerapan Padu Satu tak lepas dari deregulasi sekitar 200 peraturan. Alhasil, angka ekspor pada 2013 sekitar Rp23 triliun melonjak menjadi Rp45 triliun pada era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menteri Amran mendorong demikian, lantaran posisinya sebagai pembantu Presiden maksimal lima tahun. Namun, Indonesia harus eksis dan kokoh hingga 1.000 tahun.

"Yang bisa satukan kita, keadilan dan kesejahteraan. Bisa tercapai kalau lapangan terbuka, investasi masuk, gini ratio harus diperkecil," jelasnya.

Amran menambahkan, peringkat pelayanan publik Kementan berada di posisi 14 saat dirinya baru menjabat Menteri Pertanian. Kini, berada di peringkat empat.

Dengan adanya Padu Satu, Menteri Amran ingin capaian tersebut kembali naik. "Kami ingin tahun depan masuk dua besar. Itu yang kami inginkan," ucapnya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) Ahmad Fahmi mengakui pelayanan publik Kementan era Menteri Amran membaik. Distributor daging sapi sejak 10 tahun silam ini menyatakan, pengurus izin kini bisa rampung dalam tiga hari. 

"Sekarang dari rekomendasi masuk, proses teknis, tidak lebih dari tiga hari. Dahulu, berhari-hari, tujuh hari ke atas," beber Direktur PT Agro Boga Utama itu pada kesempatan sama.

Namun, Menteri Amran, menginginkan prosesnya lebih cepat. Selambat-lambatnya satu hari proses selesai. "Sebelum aku berhenti menteri, (prosesnya jadi) satu hari. Kalau harga daging naik, aku naikkan tiga bulan (proses) rekomendasimu," imbuhnya

Banyak inovasi dalam peningkatan pelayanan publik yang sebangun dengan online single submission (OSS) secara nasional tersebut. Misalnya, penerapan sistem dalam jaringan (daring/online) dengan mengedepankan prinsip kepercayaan (trust) kepada pelaku usaha. Sehingga, tak dituntut beragam persyaratan yang memberatkan untuk berusaha.

Pelaku usaha hanya tinggal memenuhi persyaratan yang ada. Kemudian, pemerintah mengawasinya. Sehingga, fungsi pengawasan lebih intensif.

Melalui penerapan Padu Satu, penyelesaian perizinan pun lebih terjamin. Apalagi, prosesnya lebih mudah, karena cuma melalui satu aplikasi untuk beragam proses yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Tak banyak dokumen dalam proses aplikasi. Dokumen dasar, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), diakses langsung dari data pusat nasional. Dengan begitu, tak perlu disediakan pelaku usaha.

Layanan lain dari Padu Satu, yakni informasi  umum tentang proses dan hasil pelaksanaan pembangunan pertanian. Di dalamnya memuat beberapa info. Data produksi dan kebutuhan konsumsi beberapa komoditas, misalnya.

Padu Satu juga mengembangkan berbagai layanan yang memudahkan bertemunya penjual dan pembeli. Contohnya, aplikasi Android berkonsep e-commerce yang menyambungkan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang memasok beberapa komoditas untuk TTI sejak awal 2018.

Penerapan teknologi informatika ini bertujuan meningkatkan kinerja pasokan antara gapoktan dan TTI. Manfaat lain, mengatasi kendala pasokan pangan. Jumlah pengguna aplikasi mencapai 300 gapoktan dan TTI dengan nilai transaksi Rp1,15 miliar.