Murung Raya, InfoPublik - Kepala Desa se-Kabupaten Murung Raya menandatangani pakta integritas menyatakan anti korupsi terkait pengelolaan anggaran desa, yang saat ini banyak dikucurkan baik dari APBN maupun APBD.

Penandatanganan pakta integritas berlangsung di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Murung Raya, Senin (14/5).

Penandatangan pakta integritas yang digagas oleh Kejaksaan Tinggi Kalimatan Tengah dihadiri Plt Bupati Mura H Darmaji, Ketua DPRD Gad F. Silam, Asisten Pembinaan Kejati Kalteng Zet TA, Kajari Mura Robert Sitinjak dan para Camat.

Dalam sambutan Kepala Kejati Kalteng Adi Sitanto yang disampaikan Asisten Pembinaan mengatakan, penandatangan pakta integritas merupakan sebuah langkah kebijakan yang diambil menyikapi adanya fenomena kecenderungan perilaku Kades.

Terkait sejak dilunccurkannya Dana Desa pengelolaannya oleh perangkat desa mengalami berbagai kendala, salah satunya adanya penyimpangan yaitu kasus penyalahgunaan DD apabila dilihat dari hasil evaluasi perkara korupsi yang terjadi.

Dijelaskan, di Indonesia ada 110 kasus terkait pengelolaan dana desa, dan melibatkan 1.139 pelaku, di antaranya 107 orang Kades, termasuk dua orang istri Kades.

Kondisi ini, menunjukkan bahwa potensi penyimpangan itu ada dan terjadi, sehingga perlu adanyya terobosan dan langkah konkrit untuk melakukan pencegahan dan pengawasan secara seriius khususnya  oleh jajarann Kejaksaan.

“Ini merupakan terobosan membentuk sebuah komitmen bersama sama untuk benar benar menggunakan anggaran di desa sepenuhnya untuk pembangunan dengan tata kelola yang baik bersih dari korupsi dan berbagai penyimpangan,” tuturnya.

Plt Bupati Mura Darmaji menyampaikan, pihaknya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya penandatanganan fakta integritas yang digagas oleh Kejati Kalteng tersebut.

“Tentu kami atas nama Pemerintah mendukung langkah yang dilakukan ini, agar kedepan tidak ada lagi penyimpangan bahkan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kades lantaran pengelolaan dana desa yang salah,” tuturnya.

Bupati prihatin dari data yang ada, sudah dua Kades di Mura yang tersangkut kasus Korupsi pengelolaan dana desa, dirinya berharap dua kasus itu yang terakhir dan tidak ada lagi kasus serupa kedepan. Dan Kades diingatkan untuk benar benar mengelola anggaran dengan baik dan jangan keluar dari koridor. (Dskominfo/MC/SP/N.O,Taufiq,Rafik,Selvin/toeb)