Jakarta, InfoPublik - Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Selain  Ciletuh, Unesco juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4) lalu di Paris, Prancis.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh akan ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG). 

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” katanya, Senin (16/4).

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geopark ini. “Saya lihat sudah ada semua di sini. Saya sudah melihat dan menikmati Ujung Genteng. Sungguh  luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"13 Usulan tersebut diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan Ciletuh, Palabuhanratu, sebagai UGG," ujar Dana Budiman, General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Menurutnya, bukan tanpa alasan Ciletuh mendapat pengakuan dunia. Faktanya, Geopark Ciletuh memang sangat oke. Modalnya sudah sangat kuat. Pada awal Agustus 2017, Geopark ini sudah dinilai tim UNESCO.  Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Dana.

Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada juga punya pantai yang keren. 

Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai surfer-surfer dunia. Tengok saja Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba Surfing berskala internasional, 

Banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Ciletuh sebagai kawasan terpadu. Misalnya seperti pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan sebagainya.

Tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja,  di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan air terjun Awang, Taman Purba, bukit Panenjioan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di kawasan seluas 126.100 Ha / 126.1 km2 tersebut, terdapat banyak destinasi wisata kelas dunia. Luas Geopark meliputi 8 Kecamatan mulai dari Cisolok (Pantai Cimaja) sampai dengan Ujunggenteng (Ciemas). Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.