Bonebol, InfoPublik - Bupati Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo, Hamim Pou mengungkapkan kebanggaanya terhadap pelajar SMPN 1 Tilongkabila, yang didampinginya, saat menampilkan musik etnik Gorontalo di Matsuyama Spring Festival di Provinsi Ehime, Jepang, belum lama ini.

Hamim mengatakan, Matsuyama Spring Festival merupakan festival musim semi yang ditunggu-tunggu warga Jepang.”Alhamdulillah pelajar SMPN 1 Tilongkabila tuntas menunaikan tugas sebagai duta budaya Bonebol yang menyajikan pertunjukan musik etnik Gorontalo yang beda dan berkelas,”kata Hamim Pou, Senin (16/4).

Dia mengatakan, festival musim semi di Kota Matsyuyama Provinsi Ehime punya puluhan festival setiap tahun dan banyak orang dari segala penjuru Jepang, termasuk dari luar negeri ikut menyaksikan dan menghadirinya. Salah satu festival yang terbesar selain Matsuyama Spring Festival, juga ada festival Samurai di Provinsi Ehime. 

Olehnya itu, kita patut bersyukur para pelajar kita ini, tampil di Matsuyama Spring Festival yang digelar Shiroyama Park Horinouchi, sebuah lapangan taman kota seluas 10 hektare. Lapangan luas rerumputan hijau. Cantiknya luar biasa. Mereka tampil pada pukul 14.00 siang, suasananya lagi mendung karena lagi musim semi, sejuk. Jadi tidak terasa panas. 

“Mulai dari ketukan pertama sampai selesai, pelajar SMPN 1 Tilongkabila memberikan penampilan yang aktraktif,”ujar Bupati Hamim Pou saat menceritakan perjalanan pelajar Bonebol itu tampil di Matsuyama Spring Festival, Negeri Sakura, di hadapan ASN pada apel Korpri di lingkungan Pemkab Bonebol, di lapangan futsal kompleks kantor Bupati Bonebol, Senin (16/4).

Bupati Hamim Pou kembali menceritakan, bahkan ada beberapa dosen dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang hadir dalam festival itu, ada yang menangis, dan juga ada yang merinding menyaksikan penampilan musik etnik Gorontalo oleh siswa-siswi Kabupten Bonebol.
 
Tampak penonton dari warga Jepang pun serius, duduk di lapangan dan memolototi terus permainan musik etnik dari Bonebol ini. Puncaknya aplous yang panjang diberikan setelah penampilan selesai.

"Jadi mereka menikmati betul musik etnik dari Bonebol ini, dan yang luar biasa, anak-anak ini tampil lepas tanpa beban, tidak demam panggung.Ini luar biasa, dan itu patut disyukuri,"ujar Hamim Pou.

Ia mengatakan mereka anak-anak kita, diantaranya Moh.Ikbal Djafar, Wahyu Ladiku, Mastin Taib, Nabila Nur Indah Dunggio, dan Megista Patuti. Mereka tiga kali tampil, di Matsuyama Spring Festival, di malam perkumpulan persahabatan Indonesia-Jepang, dan luar biasa mereka tampil di Junior School, yakni SMP terbaik di Provinsi Ehime. 

Ada 442 siswa-siswinya disana. Mereka menyimak dengan serius di gedung tua dan memberi sambutan yang luar biasa.

”Sebagai bentuk apresiasi, maka peralatan musik etnik itu kita serahkan sebagai kenang-kenangan dari Kabupaten Bonebol untuk sekolah tersebut. Suatu bentuk persahatan dan kenangan,”tutur Hamim Pou yang disambut tepuk tangan yang meriah dari ASN peserta apek Korpri. (MC Bone Bolango/Hms/Kadir/toeb)