Bonebol, InfoPublik - Disinyalir ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi calo maupun makelar dalam jual beli tanah di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo, membuat Bupati Bonebol Hamim Pou berang. 

Pada apel Korpri di lingkungan Pemkab Bonebol, Senin (16/4), Bupati Hamim Pou tegas mengatakan akan menindaki oknum-oknum ASN yang diduga jadi makelar tanah tersebut. 

Geliat pembangunan di Kabupaten Bonebol membuat pemerintah daerah belakangan ini banyak sekali melakukan transaksi pembelian tanah. Kegiatan ini kemudian diduga dimanfaatkan oknum ASN yang tidak bertanggung jawab. 

Bupati Hamim Pou mengatakan, bahwa dirinya masih menemukan dan dilapori ada oknum ASN Bonebol yang melibatkan diri dalam transaksi jual beli tanah dan bertindak seolah-olah menjadi makelar tanah."Jangan ada satu pun ASN di Bonebol yang berani main-main mengambil hak-nya orang dengan beragam alasan,"kata Hamim Pou.

Ia menegaskan jangan berani menipu-nipu orang yang punya tanah, seolah-olah mendapat surat kuasa untuk menerima uang dari pemerintah Kabupaten."Itu melanggar sumpah Korpri. Kalau kejadian seperti ini akan terus berulang, saya akan serahkan untuk diproses hukum, saya suruh Operasi Tangkap Tangan (OTT),”tegas Hamim.

Bahkan Hamim mengungkapkan, dia sudah tahu dan mengantongi nama oknum-oknum ASN tersebut. Ada beberapa nama yang merupakan pemain-pemain lama, setiap ada transaksi jual beli tanah pasti ada nama orang itu.”Jangan jadi residivis, penjahat-penjahat tanah,”tegas mantan Ketua PWI Gorontalo itu.

Dia pun memerintahkan kepada Sekda Kabupaten Bonebol Ishak Ntoma untuk dapat segera menindaklanjuti persoalan itu."Ini pak Sekda harus ditindaki tidak boleh dibiarkan. Orang susah, tidak berdaya, tidak sadar hukum, tidak tahu aturan, lalu kita berani-beraninya mengambil hak mereka dengan mengatasnamakan kerabat. Tidak boleh seperti itu,”ujar Hamim.

Hamim kembali memperingatkan, kedepan jika dia masih temukan hal seperti itu, maka akan diserahkan untuk diproses hukum. Jangan kita mengambil kesempatan untuk memanfaatkan ketidaktahuan rakyat kita, lalu mengambil keuntungan pribadi. 

”Saya tidak akan tolerir, saya tidak akan bela hal-hal seperti itu, saya kasih waktu pak Sekda dan Kepala BKPPD Bonebol untuk menyelesaikan persoalan pegawai-pegawai tersebut. Ini peringatan untuk kita semua, termasuk kepada saya sendiri,” kata Hamim Pou. (MC Bone Bolango/Hms/Kadir/toeb)