Padang, InfoPublik - Sepekan pasca dibukanya posko pengaduan di Gedung DPRD Kota Padang bagi jamaah umrah yang telah ditelantarkan oleh agen PT. Rindu Baitullah Padang dan PT. Bumi Minang Pertiwi (BMP) Indonesia Tours dan Travel, posko telah menerima sejumlah laporan dari  masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa  yang membidangi kesejahteraan rakyat , Senin (16/4), mengatakan, sudah ada beberapa laporan masuk namun pihaknya masih merahasiakan data korban.

 “Memang belum banyak, baru sekitar sembilan atau sepuluh orang yang datang melaporkan dengan membawa bukti dan datanya. Namun karena permintaan mereka, maka masih kami rahasiakan. Ini karena para korban masih diberi janji dan harapan untuk tetap diberangkatkan ke tanah suci Makkah, meskipun tanpa ada kejelasan waktu,” ungkap Esa.

 Selain jamaah, juga ada sejumlah mitra, agen dan vendor yang melapor. Hal ini dikarenakan mereka harus mengganti uang para jamaah dan ada juga yang belum dibayarkan uang perlengkapan umrah. 

“Kalau agen dan mitra kebanyakan dari daerah, dan mereka minta waktu untuk melengkapi data. Mereka terpaksa harus menutupi kerugian yang ditimbulkan, bahkan ada yang sampai menjual rumah,” ungkapnya lagi.

 Untuk itu pihaknya akan segera memanggil dan mengadakan pertemuan dengan kedua travel umrah tersebut. “Kita masih menunggu kelengkapan dan jumlah laporan masuk, tapi telah direncanakan untuk mengadakan pertemuan dan teman-teman dari advocat serta sejumlah lembaga konsumen siap membantu,” katanya (MCPadang/Putra/Irwandi Rais/toeb)