Jakarta, InfoPublik - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan yang terjadi di Suriah, dimana Amerika Serikat (AS) yang didukung oleh Inggris dan Prancis telah menyerang sejumlah wilayah di Damaskus dan Homs, Sabtu (14/4) dini hari waktu setempat.

Sebelumnya, Minggu lalu, Indonesia telah menyampaikan kecaman keras atas penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak manapun dalam konflik di negara tersebut.

“Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi memburuknya situasi di Suriah,” bunyi pernyataan Menlu Retno Marsudi.

Indonesia, lanjut Menlu, mendesak kepada semua pihak untuk menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengenai keamanan dan perdamaian internasional.

Indonesia juga meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sipil, terutama wanita dan anak-anak harus selalu merupakan prioritas.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai,” tegas Menlu.

Targetkan Fasilitas Senjata Kimia

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, dalam pernyataannya menyebutkan ada tiga target utama dalam serangan udara ini. Tiga target itu antara lain sebuah pusat penelitian ilmiah di Damaskus, sebuah fasilitas penyimpanan senjata kimia di sebelah barat Homs dan sebuah fasilitas penyimpanan perlengkapan senjata kimia dan sebuah pos komando penting yang letaknya tak jauh dari target kedua di Homs.

Sejauh ini serangan itu menurut pejabat senior Suriah menyebabkan tiga warga sipil yang luka-luka di Homs akibat serangan rudal itu.

“Rudal-rudal yang menargetkan posisi militer di Homs berhasil digagalkan dan dialihkan dari jalurnya, dan melukai tiga warga sipil,” sebut kantor berita Suriah, SANA, dalam laporannya seperti dilansir Reuters, pagi ini. (Dit Infomed Kemlu/setkab.go.id)