Jakarta, InfoPublik- Korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di wilayah Jawa Barat bertambah menjadi 58 orang.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan penambahan korban tewas ada tujuh orang untuk di wilayah Jawa Barat. "Bertambah tujuh orang (tewas) di Jabar. Awalnya di Jabar 51 tewas, sekarang jadi 58 orang," katanya di Jakarta, Jumat (13/4). Untuk korban tewas di DKI Jakarta, Setyo menyebut masih 31 orang. "Di DKI masih 31 korban tewas," ujarnya. Setyo mengatakan, polisi masih terus menyelidiki dugaan adanya jaringan dalam peredaran miras oplosan yang berdasarkan hasil uji laboratorium mengandung cairan metanol. Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memerintahkan kepada seluruh jajaran Kepolisian Daerah di seluruh Indonesia untuk segera menuntaskan kasus maraknya minuman keras (miras) oplosan yang sudah mengakibatkan puluhan orang tewas. "Arahan saya kepada seluruh Kapolda, saya perintahkan selesaikan kasus ini secara tuntas," kata Syafruddin. Menurut Syafrudin, pengungkapan kasus peredaran miras oplosan yang luar biasa ini harus tuntas. Termasuk ke akar- akarnya yakni distributor dan otak pelakunya. Ia juga berharap agar seluruh pihak bisa bersama- sama mengatasi kasus peredaran miras oplosan yang sangat luar biasa. "Bukan hanya Polri semua kementerian lembaga harus turun tangan," pungkas dia.