Jakarta, InfoPublik - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Depo dan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

“Saat ini, kita berada di Depo Lebak Bulus. Ini adalah Depo pertama yang dimiliki oleh Indonesia yang nantinya digunakan untuk MRT,” kata Anies saat peninjauan.

Disebutkan, saat ini sudah ada 12 unit kereta MRT, dan ini merupakan dua rangkaian, masing-masing rangkaian ada 6 kereta. Untuk kapasitas, satu gerbong maksimal bisa menampung 300 orang, sehingga dalam satu rangkaian bisa mengangkut 1.800 penumpang.

“Satu kereta ada 50 kursi dan bisa memuat 200 dengan 150 orang berdiri. Tapi kalau mau dipadatkan bisa sampai 300 satu kereta. Jadi sekali jalan satu rangkaian bisa 1.800 orang,” ujarnya.

Disebutkan, semua yang akan menjalankan seluruh rangkaian kereta MRT hanya 65 masinis, dan sudah ada 32 masinis, 5 di antaranya perempuan. “Tadi juga sempat ketemu dengan masinisnya untuk kereta yang pertama, masinisnya seorang perempuan bernama Tiara, usianya 21 tahun,” ungkapnya.

Anies mengaku merasa bangga dengan putra putri Indonesia yang sudah bekerja keras menyiapkan ini bertahun-tahun, dan merupakan sebuah proyek bersejarah.

“Kita akan pantau terus perkembangannya, sejauh ini sudah 92,5 persen selesai,” katanya.

Ia menambahkan, luas lahan yang digunakan untuk Depo Lebak Bulus sekitar 10,5 hektare, dan akan menjadi pusat dari kegiatan MRT. “Kita berharap proyek ini tetap berjalan dengan baik seperti selama ini, selesai tepat waktu, dan Insya Allah dengan kualitas yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, MRT tidak hanya sekedar alat transportasi, MRT adalah salah satu media untuk membentuk kebiasaan dan kebudayaan baru. Di sini akan muncul kebiasaan antre, kebiasaan tertib waktu, kebiasaan bersih. "MRT ini harus dikelola seperti itu. Semua orang yang terlibat di proyek MRT, mereka menerapkan kedisiplinan yang amat tinggi,” tambahnya.

Disamping itu, kata dia, MRT juga merupakan melting pot setiap hari naik di atas kereta ini, satu gerbong bisa 300 orang dengan berbagai macam pekerjaan, dari mulai mereka yang posisinya top di suatu perusahaan sampai pekerja sebagai support di kantornya.

“Ini melting pot, kita menginginkan Jakarta sebagai kota yang warganya berinteraksi satu sama lain. Saat ini mayoritas menggunakan kendaraan pribadi, jalan sendiri sendiri menggunakan jalan raya, tapi tidak berinteraksi satu sama lain," kata Anies.

Dengan adanya MRT ini, Ia berharap menjadi salah satu kendaraan umum massal masyarakat, dari segala strata, segala latar belakang berada di tempat yang sama secara reguler.

"Insya Allah ini akan memperkuat interaksi antar warga, dan punya dampak terbentuknya Jakarta sebagai kota, warganya merasa satu kesatuan,” pungkasnya.

MRT ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Untuk MRT tahap II, Budaran HI - Kampung Bandan pembangunan konstruksi akan dimulai Desember 2018.