Padang, InfoPublik - Enam orang pimpinan Baznas Kab. Sarolangun Provinsi Jambi berkunjung ke Kantor Baznas Padang. "Kami datang untuk menambah ilmu dan pengalaman dari  pengelolaan zakat di  Baznas Kota Padang," ucap Ketua Baznas Kab. Sarolangun, H.  Mukhtar,  B, S.Pd ketika menyampaikan tujuan datang ke Baznas Padang, Rabu (11/4).

Ketua Baznas Kab. Sarolangun H.  Mukhtar didampingi  Wakil Ketua Drs. Bajuri, M, (Waka I, Bidang Pengumpulan),  Drs. M. Zaman, M.Pd (Waka II, Bidang Pendistribusiaan),  Ziekwan, (Waka III, Bidang Keuangan), H.Syafruddin, S.Ag (Waka IV, Bidang Administarasi) dan Adespa (staf).

Kedatangan rombongan Baznas Kab Sarolangun disambut Ketua Baznas Kota  Padang Episantoso, SP, Nursalaim (Waka II), Elni Sumiarti Amnur, S.E., M.Si  (Waka III) dan para kabid serta kabag di lingkungan Kantor Baznas Padang.

Menurut Muktar, Baznas Kota Padang telah maju beberapa langkah dalam pengelolaan zakat. Memiliki kantor yang presentatif, sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, memiliki muzakki tetap dan mustahik (penerima zakat). 

"Kami yakin, Baznas Padang tidak ujud besar dan mendapat penghargaan Baznas Award tahun 2017 bidang penghimpunan zakat, sedekah, infaq dan wakaf (Ziswaf). Artinya ada peroses panjang yang dilalui," ujar Muktar dan Zeikwan.

Dijelaskannya, Baznas Kab. Sarolangun baru berumur 10 tahun. Kabupaten Sarolangun adalah pemekaran dari Kabupaten Merangin.  "Kami baru mampu menghimpun zakat tahun 2017 sekitar Rp.3 miliar. Sementara Baznas Kota  Padang tahun 2017 telah berhasil menghimpun Ziswaf sebesar Rp.25 miliar. Ini luar biasa," ungkap  Muktar.

Banyak hal dipaparkan pimpinan Baznas Sarolangun dalam mengelola zakat. "Saya salut dengan Baznas Padang. Kalau kami di Baznas Sarolangun pertama yang kami pikirkan adalah dari mana sumber uang," kata Ziekwan Waka Baznas Sarolangun bidang keuangan. 

Zeikwan menuturkan, berbeda dengan Baznas Padang. Ketika pertama dilantik tahun 2014 pimpinan Baznas Padang, justeru pertama memikirkan lebih ekstra tentang SDM karyawan Baznas.

"Saya sepakat. Karena bila SDM sebuah lembaga apapun mumpuni atau berkualitas, maka kemajuan lembaga tersebut cepat berkembang. Ini pelajaran besar yang kami dapat dari Baznas Padang," kata Zeikwan.

Baznas Sarolangun sekarang baru memiliki 11 karyawan. Itu pun sudah termasuk lima  unsur pimpinan. Insha Allah, ke depan Baznas Sarolangun akan bergerak lebih cepat lagi.

Ketua Baznas Padang  Episantoso menyebutkan, Baznas Padang dulu juga sulit pada awal awalnya. "Bahkan pada tahun 2014 Baznas Padang masih berkantor di Masjid Nurul Iman, Padang. Posisi kantor dekat dengan tangga Masjid," kata Ustadz Episantoso mengenang.

Akan tetapi komitmen semua pimpinan dan karyawan Baznas Padang sudah siap melayani dan mengayomi muzakki serta mustahik. Komitmen ini kita jadikan semangat untuk beramal saleh. 

"Tidak gampang memang membangun kepercayaan umat. Tapi kita yakin bisa. Karena para para muzakki adalah orang orang yang terpilih. Mereka kepercayaan Allah dititipkan rezeki. Mereka percaya pada Amil.Zakat melihat kinerja Amil Zakat. Jadi.kita kerja saja dengan benar," kata Episantoso.

Disisi lain, Elni Sumiarti mengatakan,  semua bidang saling terkait. Bidang pengumpulan mesti banyak cari Ziswaf. Begitu pula bidang pendistribusian mesti tepat sasaran dalam menyalurkan zakat. 

Namun kerja bidang pengumpulan dan bidang  pendistribusiaan akan dilihat dari laporan arus keuangan.  "Bila laporan keuangan secara keseluruhan dapat dipertanggungjawabkan, jelas kepercayaan umat semakin tinggi. Dan sekarang Baznas Padang telah melihat hasil positif itu,"  sebut Elni Sumiarti. (Mcpadang/Irwandi Rais/toeb)