Jakarta, InfoPublik - Kementerian Kesehatan mengimbau agar jemaah yang akan melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh di tahun ini dapat lebih waspada akan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV). Sejak 2012 terjadi sebanyak 1.825 kasus MERS-CoV dan mengakibatkan 738 kematian.

Dikutip dalam laman Kementerian Keshatan, keberadaan virus ini pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus) namun  berbeda dengan  virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003.

Gejala apabila terserang Virus Mers CoV adalah demam, batuk dan sesak napas, bersifat akut, biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid/penyerta dan memiliki inkubasi 2-14 hari.

Pencegahan supaya tidak tertular virus MERS CoV ini dapat dilakukan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), selalu mencuci tangan memakai sabun/antiseptik, menghindari kontak erat dengan penderita/hewan penular, menggunakan masker dan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang dimasak dengan baik.