Surabaya, InfoPublik – Tahun ini, TNI kembali merekrut prajurit baru untuk Perwira, Bintara hingga Tamtama. Di jajaran Kodam V Brawijaya beberapa waktu lalu juga membuka seleksi prajurit Tamtama. Dari 1.000 pendaftar yang lolos seleksi hanya 300 peserta. Pangdam menegaskan, jadi prajurit TNI itu tidak mudah. 

“Beberapa waktu lalu, Kodam Brawijaya telah membuka pendaftaran calon Tamtama periode tahun 2018. Namun, banyak peserta yang tereliminasi selama mengikuti pendaftaran. Ada sekitar 1.000 pendaftar calon Tamtama se- Jawa Timur dan hanya 300 peserta saja yang lolos seleksi. Jadi prajurit TNI itu tidaklah mudah,” tegas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman saat menerima Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), Minggu (9/4) petang. 

Saat menerima taruna AAL, ia tak hanya tatap muka saja. Mayjen Arif Rahman juga menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman ketika dirinya berada di asrama Akademi Milliter (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

“Melihat Taruna/Taruni ini sangat mengenang sekali. Selamat datang di rumah dinas Pangdam V/Brawijaya,” kata Pangdam. 

Menjadi seorang prajurit TNI, kata Mayjen Arif, bukanlah suatu hal yang mudah. Bahkan, hal tersebut merupakan suatu pilihan yang harus ditempuh dengan penuh pengorbanan.

“Kami-kami ini sudah lebih dulu mengalami kehidupan seperti itu. Dan Alhamdulillah, menjadi Taruna ini merupakan suatu pilihan,” ungkapnya. 

Jadi, selama kurun waktu 4 tahun harus dilewati oleh para siswa Taruna/Taruni.

“Jadi, tugas Taruna/Taruni itu belajar dan berlatih selama di akademi. Raih prestasi sebaik-baiknya. Sebab, kalian itu di didik supaya mendapat mental dan militansi yang kuat dalam keadaan apapun,” pesan Pangdam sebelum mengakhiri acara wajib kunjung tersebut. 

Selain dihadiri Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos. Berlangsungnya acara tersebut, juga dihadiri oleh Letkol Laut Runi Sri Arum Dati dan Kapten (Mar) Dedhi Ellyahdi Putra yang merupakan pendamping para siswa Taruna/Taruni AAL. (MC Diksominfo Prov Jatim/non-afr/Noor)