Padang Panjang, Info Publik - Sajian makanan di Rumah Makan Padang bercita rasa tinggi dan selalu mengundang selera. Hal ini telah lama dikenal, bahkan hingga mancanegara. Keberadaannya bertebaran di kota hingga ke desa pinggiran. Namun di tempat asalnya, Padang Sumatera Barat, rumah makan-rumah makan ini selalu punya sajian yang berbeda dan berciri sendiri.

Seperti di Pariaman dikenal nasi sebungkus kenyang, atau Nasi Sek. Lauknya ikan segar yang baru dibawa dari laut. Di Bukittinggi ada Nasi Kapau, yang khas dengan usus padat berisi. Sedangkan di Kota Padang Panjang ada Nasi Kabaka, yang sajiannya dibungkus daun pisang.

Nasi Kabaka atau nasi buat bekal, adalah sebuah cara ibu-ibu di Minangkabau di masa lalu yang membekali anggota keluarganya saat hendak berpergian. Dibungkus daun pisang, menjadikan cita rasa Nasi Kabaka tetap terjaga selama di perjalanan.

Padang Panjang yang berpenduduk sekitar 53.000 jiwa, memang dikenal dengan masakannya yang nikmat. Hal ini didukung cuaca wilayah yang berada diketinggian ini sehingga lebih sering bercuaca dingin. Biasanya berkisar 17,4 hingga 28,8 derajat celcius.

Pemandangan Gunung Marapi, Singgalang, Tandikat dan Bukit Barisan seolah menjadi latar belakang kota ini. Ada sawah, lembah dan Danau Singkarak yang indah terlihat dari jauh jika berada dibeberapa lokasi. Ditambah lagi letak kota yang sangat strategis di pertigaan jalan darat jantung pulau Sumatera. Padang Panjang memang menjadi lintas tengah Sumatera dari Aceh ke Lampung menuju Jawa, serta dari Padang ke Pekanbaru, Dumai menuju Melaka-Malaysia. Hal ini memungkinkan daerah ini untuk mudah disinggahi. Disamping juga dekat dari Bandara International Minangkabau, hanya sekitar 60 kilometer. 

Objek wisata di kota ini juga banyak dan beragam. Seperti wisata sejarah dan budaya (historical and cultural tourism), pemandian Lubuk Mata Kuciang, wisata kampus (educational tourism), wisata kesehatan (health tourism), wisata event (event tourism), wisata religi, kuliner, agrowisata, dan wisata alam.

Kembali ke Nasi Kabaka, Pemerintah Kota menjadikan panganan ini sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner. Nasi Kabaka merupakan nasi yang dibungkus padat menggunakan daun pisang lembut, lauknya dibenamkan ke dalam nasi.  Lauknya seperti di rumah makan biasa, ada telor, ikan, ayam, rendang, dendeng. Tetapi pada Nasi Kabaka, lauk itu sejak awal dimasukan ke tengah nasi. Begitu dibuka, wangi daun pisang menyeruak mengundang selera. 

"Hingga kini tempat usaha Nasi Kabaka di Padang Panjang ada sembilan buah. Harganya berkisar antara Rp.12.000 hingga Rp.17.000 per bungkus," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, Dalius Rajab, Sabtu (7/4) di Padang Panjang.

Diungkapkannya bahwa sejak tahun 2016 lalu, pihaknya menyediakan Nasi Kabaka sebagai paket perjalanan wisata ke bandara. Namun diakuinya tidak begitu banyak wisatawan yang berminat karena kurangnya informasi tentang Nasi Kabaka ini. 

Kepala Bidang Pariwisata, Medi Rosdian, mennyambung bahwa pada tahun 2018, Dinas Pariwisata kembali menjadikan Nasi Kabaka sebagai produk unggulan. “Kami akan jadikan kuliner Nasi Kabaka ini sebagai produk unggulan serta mempunyai nilai jual yang tinggi untuk wisatawan dan masyarakat,” jelas Medi.

Guna mewujudkan hal itu, Dinas Pariwisata mengajak pengusaha kuliner Padang Panjang agar mau menyiapkan Nasi Kabaka di tempat mereka jualan, baik sebagai produk unggulan maupun produk tambahan. 

Selain itu, juga akan bekerja sama dengan travel agent agar mempromosikan kuliner ini kepada wisatawan yang singgah dan  melintasi Padang Panjang. 

Bagi anda yang berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa singgah ke Padang Panjang menikmati Nasi Kabaka. (Eko Kurniawan, S.Kom/Diskominfo/TR)