Padang, InfoPublik - Pemerintah Kota Padang meminta kerjasama dari tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan klinik bersalin dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, untuk dapat membantu menerbitkan dokumen akta kelahiran, bagi anak yang baru lahir.

“Tujuannya agar dapat meningkatkan cakupan akta kelahiran,”ujar Pjs Walikota Padang diwakili Sekda Asnel, Kamis (5/4), saat membuka Sosialisasi Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak Baru Lahir, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang.

Dikatakan Asnel, berdasarkan UU nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi pendudukan dan peraturan presiden nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN tahun 2015-2019 salah satu agenda pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah, adalah peningkatan kepemilikan akta kelahiran.  Target nasional kepemilikan akta kelahiran dikalangan anak usia 0-18 tahun yaitu 85% di tahun 2019.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Padang Wedistar diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Maiyulnita menyebutkan, sebanyak 87% warga Kota Padang telah memiliki akta kelahiran. Meskipun sudah melebihi target nasional, tetapi pihaknya tetap berupaya melakukan percepatan kepemilikan akta kelahiran.

“Target kami 100% warga Padang memiliki akta kelahiran. Itu artinya masih ada sekitar 13% lagi yang mesti dicapai,”katanya di hadapan peserta sosialisasi di Ruang Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang.

Dikatakannya, pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang berusia satu hari hingga 60 hari, tidak dikenakan biaya. Sedangkan, lewat dari 60 hari akan dikenakan denda sebesar Rp50.000 sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Padang Mulfieda Yenti mengatakan, melalui pesan singkat juga dapat dilakukan pengurusan akta kelahiran. 

Mekanisme alur pelayanan melalui Whatsapp, dimana rumah sakit, puskesmas, rumah sakit bersalin (RSB) yang membantu ibu melahirkan dapat melengkapi persyaratan seperti foto kopi surat kelahiran, surat nikah, KK, dan KTP.

Nantinya, rumah sakit, puskesmas, RSB akan memberikan laporan dengan memfoto persyaratan dokumen itu melalui WA dan dikirim ke grup WA Bidang Pelayanan.

“Nomor WA-nya 081275133530. Setelah persyaratan dikirim melalui WA akan dijawab petugas. Selanjutnya petugas rumah sakit akan langsung mendapatkan akta kelahiran di kantor capil,”sebutnya.

Untuk itu, pihak Disdukcapil mengharapkan kerjasama dengan petugas kesehatan agar segera melaporkan setiap adanya kelahiran. Sehingga penerbitan akta kelahiran bisa dipercepat. 

“Kebanyakan masyarakat masih mengurus akte kelahiran saat benar-benar diperlukan. Jarang yang langsung mengurus setelah anak lahir,”tuturnya. (mcpadang/wina/Irwandi Rais/toeb)