Surabaya, InfoPublik - Tidak banyak masyarakat mengenal kirab tumpeng genduri “Bedingin Bungah”. Tradisi ini ternyata telah turun temurun dilakukan oleh warga Desa Bedingin Kecamatan Sambit Ponorogo, selain sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa juga sebagai upaya menarik pengunjung agar sudi singgah di desanya.

Tradisi budaya ini dilakukan dengan cara arak-arakan lampu oncor yang dibawakan oleh muda mudi Desa Bedingin Kecamatan Sambit. Arakan oncor untuk menerangi perjalanan kirab Tumpeng genduri “Bedingin Bungah" mengelilingi dukuh Gampengrejo menuju lapangan Wisata Lemah Gemplah. Sejak ba'da magrib, di wilayah ini hanya diperbolehkan menyalakan oncor ataupun lilin sebagai lampu penerang sebagai salah satu syarat prosesi acara.

Kemeriahan tampak ketika Tumpeng genduri "Bedingin Bungah" sampai di lapangan Lemah Gemplah. Prosesi genduri massal di mulai, ratusan warga dan pengunjung Wisata Lemah Gemplah duduk bersila mengikuti prosesi tasyakuran "Bedingin Bungah". Prosesi berjalan khidmat menyentuh, unsur kekentalan sakralitas kejawen sangat menyusup dalam hati, ngujub (penyampean keinginan) diiringi do'a sangat menyentuh sanubari.

Malam itu, di penghujung penanggalan Maret ( 31/3) Bukit Lemah Gemplah mempesona pengunjungnya. Lemah Gemplah merupakan bukit kecil bekas penambangan pasir yang karena kreatifitas para muda mudi Desa Bedingin disulap menjadi bukit wisata yang mempesona.

Marzuki, Kepala Desa Bedingin Kecamatan Sambit mengakui, banyak pengunjung yang menikmati liburannya ke Lemah Gemplah ini untuk refreshing. Sedangkan untuk acara prosesi Bedingin Bungah diselenggarakan setiap empat bulan sekali. Tujuannya adalah mengajak warga untuk selalu mengutamakan kebersamaan dan selalu bersyukur. “Mensyukuri atas apa yang diberikan Allah kepada kita semua, kita syukuri,” ujarnya.

Pengunjung Lemah Gemplah juga banyak muda mudinya, slogannya ada "jalan penghubung cinta." “Alhamdulillah, prosesi malam ini juga banyak pengunjung yang dari luar kota seperti dari Jakarta, juga dari Dewan Kesenian, Pokdarwis dan yang lainnya,” ungkap Marzuki . (MC Diskominfo Prov Jatim/non-Edi/TR)