Jakarta, InfoPublik - Wilayah Pulau Simeulue dan Meulaboh diguncang gempa bumi tektonik sekitar pukul 03.58. Hasil update analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M 5,0 terjadi dengan koordinat episenter pada 2,47 LU dan 95,97 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 13 km arah selatan Kota Kutainang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh pada kedalaman 25 km.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Simeulue dalam skala intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI) dan Meulaboh II SIG-BMKG (I-II MMI)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG M Riyadi dalam keterangannya, Jumat (30/3).

Dijelaskannya, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh sesar naik (thrust fault)," jelasnya.

Hingga pukul 04.26 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Simeulue diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat benar.