Kayong Utara, InfoPublik -  Jelang ujian nasional tahun ini, Senin (12/03) beberapa sekolah, khususnya SMA dan SMK di Kayong Utara, gelar Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ), dan simulasi tersebut telah berjalan tiga tahap.

Hal itu terkait dengan  pemlakuan Ujian Nasional Berbasis Komputer( UNBK ), yang telah dimulai sejak 2017 lalu, para siswa merasa sedikit mudah dalam melaksanakan ujian, namun hal tersebut tak di dukung dengan kelengkapan fasilitas dan prasarana, salahsatunya unit komputer yang masih terbatas.

Demikian pernyataan itu disampaikan Andik Juardi, Proktor UNBK SMK N 1 Sukadana.

Dikatakannya siswa yang mengikuti simulasi merasa sedikit terbantu dengan prorgram unbk ini, karena menurutnya siswa tak perlu lagi mengolom lagi lembar jawaban dengan pensil, seperti pada saat ujian menggunakan kertas.

"Kita pernah tanyakan ke siswa, mereka merasa agak mudah menggunakan program unbk ini, karena mereka tidak lagi perlu mengisi kolom-kolom seperti pada saat ujian menggunakan kertas" tutur pria yang akrab di sapa Andik tersebut.

Namun, hal tersebut tak menampik masih ada beberapa kekurangan di dalam program unbk tersebut, di antaranya soal essay dan listening, karena pada saat ujian listening, terdapat kendala teknis, suara soal kadang terdengar tapi kadang-kadang tidak terdengar.

"Untuk kendalanya ada di soal essay dan listening, karena pada soal listening suara di soal kadang- kadang keluar kadang juga tidak."ujarnya.

Ia juga berharap ke depan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi dapat meniadakan soal essay, dan ia juga berharap, kedepan fasilitas dan peralatan dapat di tambah, khususnya unit komputer masih kurang memadai jumlahnya.

"Kami berharap kedepan Pihak Provinsi segeralah menambah unit komputer kami yang di sekolahnya masing-masih minim ini, agar masing-masing sekolah dapat melaksanakan UNBK, dan untuk soal essay, banyak siswa yang berharap ke depan tidak ada soal essay lagi, cukuplah soal pilihan ganda saja" tuturnya. (MC. Kayong Utara/Norita/zal/Ridwan/eyv)