Jakarta, InfoPublik - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy beserta Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis TMMD (Rakornis TMMD) ke-101, di Jakarta, Selasa (13/3).

Pada TMMD ke-101 ini, TNI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka mempercepat tercapainya visi Kemendikbud 2015-2019 dan Agenda Nawacita dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Menteri Muhadjir menegaskan Kemendikbud mendorong sekolah untuk mengoptimalkan peran Tripusat Pendidikan yaitu kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam meluaskan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam menerapkan layanan pendidikan dan menguatkan PPK, perlu sekali keterlibatan dalam berbagai pihak, salah satunya dengan TNI.

“Tidak hanya PPK, karena personel TNI menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Saya harap kolaborasi ini dapat menjangkau aspek yang lebih luas di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) mengingat tidak semua pihak dapat menjangkau daerah tersebut. Dengan kebutuhan itu dan keberadaan TNI, maka layanan pendidikan akan mudah diatasi," ujar Muhadjir.

Menteri Muhadjir memaparkan berbagai keterlibatan TNI dalam dunia pendidikan bukan hal baru. Pasalnya, kata Muhadjir, peran dan kesigapan prajurit TNI dalam suksesnya pelaksanaan pendidikan di berbagai daerah sudah terbukti, di antaranya anggota TNI yang mengajar di sekolah-sekolah daerah 3T; pengembalian ribuan anak putus sekolah ke sekolah yang merupakan kerja sama antara Pemda dan Babinsa di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Juga ada anggota TNI yang membantu melancarkan akses bagi siswa ke sekolah dengan menggunakan perahu karet menyebrangi sungai di Kabupaten Aceh Barat karena jembatan yang biasa digunakan rusak akibat banjir.

“Banyak sekolah yang dibangun juga karena inisiatif dan kepedulian dari pihak TNI bekerja sama dengan Pemda di banyak daerah di Indonesia. Bahkan ada program Srawung TNI kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua prajurit di lapangan, sehingga terjalin dan terbentuk jiwa patriot pada diri pelajar, karakter dan kemandirian bangsa. Hal ini menunjang tercapainya pendidikan karakter yang kita gelorakan,” ujar Muhadjir.

Sementara terkait layanan pendidikan bagi anak usia sekolah yang tidak sekolah, dilaksanakan melalui program pendidikan kesetaraan dan keaksaraan. Juga diberikan kemudahan akses dan mendapat manfaat program Kartu Indonesia Pintar yang diberikan kepada 2,9 juta anak tidak sekolah yang terdaftar berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik).

"Ada sekitar 4,1 juta anak tidak sekolah. Namun yang terjangkau dan terdata berdasarkan dapodik sebanyak 2,9 juta anak-anak usia sekolah yang putus sekolah di seluruh kota/kabupaten seluruh Indonesia," ungkap Muhadjir.

Seperti diketahui, kerja sama Kemendikbud dengan TNI ini telah berjalan sejak 2011. Diperkuat dengan penandatangan Nota Kesepahaman No. 36/XXI/NK/Tahun 2017 dan Nomor KERMA/45/XII/2017, yang berisi 1) program layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, 2) program layanan pendidikan dasar dan menengah, 3) program layanan kebahasaan, 4) program layanan pembinaan guru dan tenaga kependidikan, 5) program layanan penelitian dan pengembangan, 6) program layanan kebudayaan, 7) program penguatan pendidikan karakter, 8) program penguatan bela negara, dan 9) program peningkatan kompetensi keguruan personel TNI di Daerah 3T.

"Kerja sama dengan TNI sebenarnya sudah berjalan lama. Pelaksanaan Rakornis ini merupakan wujud kerja sama yang baik antar lintas Kementerian dan Lembaga Pemerintahan untuk menghadirkan Negara dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Diharapkan dalam kerja sama ini bisa menyiapkan peserta didik yang berdaya saing tinggi dan mempunyai rasa cinta terhadap tanah air sehingga dapat menyongsong Generasi Emas Indonesia Tahun 2045,” pungkas Muhadjir.

Adapun tema Rakornis TMMD ke 101 tahun 2018 ini adalah “TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa”. Dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Asisten Kasad, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bupati / Walikota, Bappeda Provinsi dan Kabupaten / Kota, Kepala PMD dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten. Pada 2018, TMMD akan diselenggarakan sebanyak tiga kali per triwulan. Di awal TMMD ini, Kemendikbud akan fokus ke 83 Desa di 50 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.