Jakarta, InfoPublik - Kementerian Perdagangan (Kemendag) ancam akan mencabut izin importir bawang putih yang melanggar aturan izin impor. Hal tersebut terkait ditemukannya lima ton bawang putih impor yang diduga untuk bibit, dan diperjualbelikan secara ilegal di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Untuk itu Kemendag akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penemuan tersebut. "Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dikenai denda Rp10 miliar. Barang tersebut kini diamankan di salah satu pusat pergudangan, kawasan Jakarta Utara," ungkap Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono di Komplek Pergudangan Pusat Distribusi, Jakarta Utara, Senin (12/3). 

Menurutnya, diduga benih bawang putih itu tersebar di sejumlah daerah lainnya seperti Medan, Sumatea Utara dan Malang, Jawa Timur. Petugas dari Kemendag dan Satgas Pangan menemukan bibit tersebut dari delapan kontainer yang berasal dari China.

Very mengatakan, salah satu bukti bahwa barang tersebut merupakan bibit ialah setelah ditemukan label di setiap karung dengan tulisan ‘Garlic Seeds’. Dari label tersebut tertera bawang diproduksi pada Januari 2018. 

“Kalau memang bibit, kenapa importir menjual di pasar. kalau memang ini konsumsi, kenapa sudah tiba di pasaran sedangkan izin baru dikeluarkan pada 28 Februari 2018,” katanya.

Pihaknya menuturkan, bawang putih impor diduga bibit masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok pada 26 Februari dan ditemukan di pasaran pada 5 Maret. Padahal izin impor baru dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan pada 28 Februari.

Namun jika diakui merupakan impor bibit bawang putih, tetap menyalahi aturan. Pasalnya importir bibit diberikan izin impor benih untuk ditanami di kebun petani, bukan diperdagangkan.

Veri mengaku akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan memanggil tim ahli untuk menentukan pangan tersebut. Apakah benar bibit atau bawang putih konsumsi.