Gorontalo, InfoPublik - Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyambut baik terbentuknya organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). Menurutnya, organiasi warga Minahasa/Manado itu semakin menambah keberagaman organisasi kerukunan suku lain di Gorontalo.

“Atasnama pemerintah saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menandakan Gorontalo sebagai bagian dari Indonesia dengan Kebhinekaannya," kata Idris saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus KKK yang berlangsung di GPCC Kota Gorontalo, Sabtu, (10/3).

Sebagai daerah pemekaran dari Sulawesi Utara, Idris menilai sulit bagi warga Gorontalo untuk dipisahkan dengan Minahasa/Manado. Keduanya sudah beratus tahun hidup rukun berdampingan dengan semboyan BOHUSAMI (Bolaang Mongondow, Hulondhalo, Sangihe dan Minahasa).

“Kegiatan ini hanyalah seremonial. Artinya dengan pengukuhan ini kita umumkan kepada masyarakat Kawanua seluruh Indonesia bahwa KKK di Gorontalo sudah terbentuk. Tapi kalau dari sejarahnya, hampir tidak bisa dibedakan lagi mana warga Kawanua dan mana warga Gorontalo asli. Kita semua hidup rukun berdampingan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua KKK Gorontalo, Kompol Berti Runtukahu mengatakan, terbentuknya organisasi kekeluargaan ini menjadi wadah berkumpulnya seluruh masyarakat Kawanua di rantau. Wadah untuk berhimpun, berpendapat, berkarya, dan berinteraksi dimana saja mereka berada.

"Selama ini belum ada pengurus KKK Gorontalo yang dibentuk,  padahal Gorontalo hanya berbatasan dengan Sulawesi Utara. Untuk itu sejumlah warga kawanua di Gorontalo mulai serius mengumpulkan warganya sebagai ajang silahturahmi sesama perantau," ungkapnya.

Pengurus KKK Gorontalo dilantik oleh Wakil Ketua Umum KKK Pusat Brigjenpol Wiston Tommy Watuliu. Sejauh ini, KKK mendata ada lebih kurang 21 Ribu warga Minahasa/Manado yang tinggal di Gorontalo. 70 orang diantaranya masuk dalam struktur kepengurusan. (MCProvinsiGorontalo/Ecyhin/Isam/Noor)