Jakarta, InfoPublik - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI,  telah berkontribusi dalam  perkembangan otonomi daerah.

“Bu Mega  banyak memberikan pemikiran, termasuk desentralisasi. Pak Ermaya dulunya adalah Gubernur Lemhanas saat Bu Mega menjabat presiden. Saya kira sekarang dikukuhkan oleh Pak Jokowi, kampus Revolusi Mental, dari pemikiran beliau-lah saat ini berkembang bahwa yang mendirikan, melahirkan, Institut Pendidikan Dalam Negeri atau IPDN adalah Bung Karno, " ujar Mendagri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/3).

Menurut Mendagri, sejak tahun 1956, Bung Karno telah memikirkan untuk  membangun sebuah sistem aparatur sipil pemerintah yang terpadu, dan  memahami tata pengelolaan pemerintahan.

Sebelumnya, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar doktor honoris causa (HC) atau doktor kehormatan bidang politik pemerintahan, dari Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang. Pemberian gelar tersebut langsung oleh Gubernur IPDN Profesor Dr Ermaya Suradinata.

Megawati juga sudah mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001),  Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015), Universitas Padjadjaran (2016),  Universitas Negeri Padang (2017),  serta  Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).