Jakarta, Info Publik - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, jumlah wirausaha di Indonesia hanya berkisar tiga persen. Untuk itu semua pihak diminta mengoptimalkan fungsi kewirausahaan sebagai gerakan ekonomi rakyat.

Dengan peran serta berbagai pihak, dia yakin akan meningkatkan rasio wirausaha Indonesia yang saat ini persentasenya masih sangat rendah.

"Secara persentase, jumlah wirausaha di negara kita hanya sekitar tiga persen. Kalah dari negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah di atas 4 persen," ujar Bambang di Jakarta, Kamis, (8/3).

Bambang menjelaskan, persoalan yang menyebabkan rendahnya angka wirausaha antara lain pola pikir masyarakat untuk lebih mencari pekerjaan, rendahnya kapasitas SDM pelaku wirausaha, regulasi yang belum mampu mengatasi persoalan sehingga menghambat perkembangan dunia wirausaha serta kendala dalam mengakses modal.

"Permasalahan ini merupakan PR kita bersama. Pihak pemerintah dan masyarakat, terutama pengusaha perlu duduk bersama untuk mencari solusi bagi permasalahan yang ada," kata Bambang.

Mantan Ketua Komisi III ini mengungkapkan, kelahiran RUU Kewirausahaan Nasional yang telah masuk Prolegnas DPR merupakan kunci strategis dalam menurunkan angka kemiskinan. RUU ini sekaligus menjawab tantangan perekonomian dunia yang didominasi sistem kapitalisme dan liberalisme.

"RUU Kewirausahaan Nasional akan menjadi penyeimbang antara kepentingan pasar yang berorientasi modal dengan kebutuhan sosial yang berspektif keadilan," ujarnya.