Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pertanian (Kementan) terapkan sistem pelayanan perizinan era digital atau perizinan system On Line Paperless pada Sistem Informasi Rekomendasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (SIMREK PKH) Kementerian Pertanian, guna memperlancar iklim usaha terutama untuk ekspor.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, saat ini pengguna jasa yang sebelumnya dalam memproses permohonan rekomendasi Surat Persetujuan, Sertifikasi, dan Rekomendasi diambil secara langsung melalui loket layanan, kini mulai 1 Maret 2018 sudah dapat dicetak langsung (paperless) oleh pelaku usaha melalui aplikasi SIMREK PKH.

Penerapan sistem pelayanan perizinan dalam era digital sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Pertanian No.41/ Permentan/TU.120/11/2017 tentang Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik.

“Kementan ingin memberikan pelayanan publik secara cepat, tepat, akurat, akuntabel dan aman,” ungkap Ketut pada acara Sosialisasi Sistem Layanan Rekomendasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Depok Jawa Barat, Kamis (8/3).

I Ketut menyebutkan, sejak 2017 dari 16 (enam belas) jenis layanan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, sudah seluruhnya diproses secara online melalui sistem yang dibangun di aplikasi SIMREK PKH melalui website di http://simrek.ditjenpkh.pertanian.go.id. 

“Kami berikan apresiasi kepada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) bersama Tim Ditjen PKH yang terus berupaya meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan, sehingga penerapan sistem layanan rekomendasi online dapat  lebih lancar dengan hasil yang optimal. Penguna jasa dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk Ditjen PKH agar dapat memberikan pelayanan prima yang optimal,” ujarnya.

Selain itu I Ketut juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah berupaya memajukan usahanya. “Jadi kita harapkan jangan banyak yang impor saja permohonan perizinannya, tetapi ekspor yang harus kita tingkatkan,” tegasnya.

I Ketut menekankan, dari ekspor inilah yang sesungguhnya dapat memberikan masukan/devisa bagi Indonesia. Menurutnya, ekspor adalah salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan devisa negara. Selain itu juga agar bangsa kita banyak dihormati oleh negara lain.

"Pemerintah akan memberikan reward untuk para pelaku usaha yang meningkatkan ekspor, dan akan sepenuhnya mendorong juga berupaya memberikan prioritas kepada pelaku usaha dibidang ekspor untuk kemudahan dan kecepatan proses permohonan rekomendasinya,” pungkasnya.