Jakarta, InfoPublik – Rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang digagas sejak 2014, kini memasuki babak baru. Setelah tahun lalu menyelesaikan Basic Engineering Design (BED), kini Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mulai menyusun Desain Rinci atau Detail Engineering Design (DED).

Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) BATAN Geni Rina Sunaryo mengatakan, DED akan diselesaikan dalam kurun waktu yang singkat dan segera direview oleh Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA).

“Tim yang bekerja menyusun  DED harus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan, yakni pada Juni 2018 harus sudah jadi revisi nol,  dan akan direview oleh IAEA,” ujar Geni  di Serpong, Kamis (8/3).

Disebutkan, DED merupakan program prioritas BATAN yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai penyedia teknologi (technology provider) terkait penyediaan energi listrik dan panas tinggi guna menopang kebutuhan industri nasional, serta menjadi unggul di tingkat regional.

Pada 2015, BATAN telah melaksanakan pra-proyek RDE bekerja sama dengan konsultan RENUKO (PT. Rekayasa Engineering, Nukem Technologies Gmbh, dan PT. Kogas Driyap Konsultan) yang merupakan gabungan antara konsultan dalam negeri dan luar negeri.

Tahap pra-proyek tersebut menghasilkan dokumen penting, yakni  desain konseptual dan draft Laporan Analisis  Keselamatan (LAK). Desain konseptual tersebut dijadikan  sebagai dasar penyusunan BED. Pada 2017, proyek RDE mendapatkan izin tapak dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Untuk selanjutnya, BATAN akan berusaha memperoleh persetujuan desain RDE, dimana pada tahap  ini diperlukan dokumen DED dan LAK.

Kemudian 2018, BATAN mulai menyusun DED dengan melibatkan  sebuah konsorsium yang terdiri dari beberapa institusi perguruan tinggi dan pihak swasta. DED menjadi sebuah tahapan yang harus disiapkan dan disusun secara detail dengan mempertimbangkan aspek keselamatan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada reaktor.

Ia menambahkan, selesai direview dan dilakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan IAEA, DED diharapkan rampung pada awal September 2018, dan akan diluncurkan pada Sidang Umum IAEA di Wina, Austria. DED yang  merupakan 100 persen karya anak bangsa ini akan dijadikan sebagai cikal bakal Pembangkit  Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bila kelak Indonesia menyatakan Go-Nuclear.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ristekditi memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaian DED melalui program Flagship INSINAS. Diharapkan program ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas dan memperkuat sinergi antar institusi secara nasional dalam menyelesaikan DED.