Jakarta, InfoPublik - Kamis (8/3), pukul 10:51 WIB, wilayah Laut Seram diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan  gempabumi berkekuatan M=5,6 terjadi dengan koordinat episenter pada 3,32 LS dan 130,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah timur laut Seram Bagian Timur, Propinsi Maluku pada kedalaman 42 km.

"Dampak gempabumi yang didasarkan kepada peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah berpotensi terjadi guncangan antara lain di Seram Timur pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Fafeniap pada skala II SIG-BMKG atau III MMI," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG M Riyadi dalam keterangannya yang diterima InfoPublik, Kamis (8/3).

Menurutnya, jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Seram. Berdasarkan peta tataan tektonik, di wilayah Laut Seram terdapat zona gempabumi dengan struktur sesar naik. Hal tersebut sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik.

"Dugaan kuat yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah Subduksi Seram," ujarnya.

Hingga pukul 11:09 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi foreshock dengan M 5.5 dan 1 gempabumi susulan (aftershock) dengan M 4.5. Kepada masyarakat di sekitar wilayah Seram Bagian Timur dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.