Jakarta,InfoPublik-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan seluruh praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Hati-hati dalam menerima berita, jangan langsung lempar ke teman anda, tapi baca dulu, pahami. Karena, begitu anda lempar ke orang lain, undang-undang sudah siap menjerat anda," ujar Mendagri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/3).

 Mendagri mengimbau,  para praja IPDN mampu mengikuti perkembangan isu dan dinamika nasional bangsa.

Caranya, kata Mendagri, dengan membaca berita dari berbagai media setiap harinya, sehingga praja IPDN bisa lebih up to date.

Dia  berpesan, para praja IPDN  dapat menjaga kehormatan kampus, menolak aksi kekerasaan, dan perkelahian.

"Jangan ada setetes pun noda yang anda perbuat. Seperti memukul, berkelahi, narkoba dan aksi tercela lainnya. Ini akan mencoreng nama IPDN dan Kementerian Dalam Negeri. Tidak ada ampun, anda harus mundur dari IPDN," tambahnya.

Dia mengungkapkan, IPDN adalah kampus yang didirikan oleh Presiden RI pertama, sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno.

"Tujuan dibentuknya lembaga ini adalah untuk mencetak aparatur sipil negara atau ASN yang bekerja untuk mengorganisasi masyarakat, mulai dari pusat sampai daerah," pungkasnya.