Singkawang, InfoPublik - Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari Kecamatan Singkawang Selatan menerima bantuan tahap satu dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, di Sekretariat PKH, Jl Alianyang, Kota Singkawang, Rabu (7/3).

Staf Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Rommy mengatakan, bahwa penerima bantuan PKH ini khusus untuk warga yang berada di Kecamatan Singkawang Selatan di tiga kelurahan antara lain, Sijangkung, Sagatani dan Pangmilang.

Menurutnya, warga yang menerima bantuan ini telah terdata di pusat, dimana masing-masing PKH akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1.890.000. "Pembagiannya pun dibagi menjadi 4 tahap, untuk tahap satu sebesar Rp500 ribu," ujarnya.

Setelah disalurkan, akan ada pendamping PKH guna untuk mengarahkan apa-apa saja manfaat dan kegunaannya. "Misalnya jika bantuan yang diterima untuk kriteria anak sekolah, maka bantuan yang diterima harus dikhususkan untuk anak sekolah. Begitu juga kalau bantuan kriterianya untuk balita, ibu nifas dan lansia," ungkapnya.

Sehingga bantuan yang diterima itu tidak boleh dipergunakan untuk keperluan diluar kriteria tersebut. Apabila digunakan untuk keperluan lain maka bantuan tersebut akan diputus untuk dikembalikan ke pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Pendamping PKH dari Kecamatan Singkawang Selatan, A'ad mengatakan, setelah penyaluran selesai dirinya akan melakukan pertemuan dengan penerima (PKH). "Didalam pertemuan itu nanti akan kita bahas, pertama, mengenai pemutakhiran data," katanya.

Karena untuk sementara data yang direkap hanya sebagian dari kategori mereka seperti anak sekolah dan balita. "Jadi belum semua kategori kita tampilkan di aplikasi berhubung waktu validasi yang sangat mepet atau sedikit, sementara jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) nya banyak," ujarnya.

Kedua, dirinya akan menyampaikan tujuan dari program PKH. Seperti anak mereka yang balita itu harus bagaimana, ibu yang hamil harus bagaimana, anak yang sekolah harus bagaimana sampai ke disabilitas dan lansia. Setelah mereka paham dengan kewajiban mereka, selanjutnya adalah Family Development Session (FDS).

"FDS ini adalah tujuan akhir kita supaya mereka paham akan bagaimana pendidikan anak, pola pengasuhan anak, mengatur keuangan keluarga, sampailah pengolahan usaha," ungkapnya.

Tujuannya, agar mereka ini bisa dibantu dengan bantuan pemerintah berupa tambahan dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sehingga mereka bisa mengelola keuangan dan bisa menentukan usaha yang mereka bisa sesuai dengan kemampuan dan skill mereka.

Sementara salah satu penerima PKH dari Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Zubaidah mengatakan, dengan adanya bantuan ini tentunya akan sangat membantu dirinya dalam hal biaya anak sekolah. "Yang jelas uang bantuan itu akan saya gunakan untuk beli buku, tas dan sepatu sekolah anak," katanya.

Dia meyakini sudah memahami arti dari program PKH tersebut meskipun masih terbilang baru. "Saya yakin sudah paham apa itu program PKH, karena sebelumnya juga sudah ada sosialisasi dari Pemkot Singkawang mengenai program tersebut," ujarnya. (MC. Singkawang/Vhutra/Vira)