Jakarta, InfoPublik - Wilayah Papua Nugini diguncang gempabumi tektonik, Selasa (6/2), pukul 21.13 WIB. 

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi berkekuatan Mw=6,6 (Update) terjadi pada koordinat 6,22 LS dan 142,56 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 189 km arah tenggara Kabupaten Boven Digoel, Propinsi Papua pada kedalaman 10 km.

"Dampak gempabumi yang didasarkan kepada peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan informasi masyarakat menunjukkan bahwa wilayah berpotensi terjadi guncangan antara lain di Tanah Merah dan Merauke pada skala II SIG-BMKG (III - IV MMI), dan Wamena pada skala II SIG-BMKG (III MMI)," kata Deputi Bidang Geofisika, BMKG, Muhamad Sadly dalam keterangannya, Selasa (6/3).

Menurutnya, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas New Guinea Highland (NGH) Fold and Thrust Belt dan merupakan salah satu gempa susulan terbesar dari gempabumi M7.4 tanggal 26 Februari 2018 yang terjadi pada area yang sama. "Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik (Thrust Fault)," ujarnya.

Kepada masyarakat di Provinsi Papua dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.