Singkawang, InfoPublik - Momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh dapat dijadikan contoh untuk membangun persatuan dan kesatuan antar umat beragama dari berbagai etnis yang ada di Indonesia. 

"Dalam rangka membangun sebuah bangsa yang kuat senantisa menjaga kebersamaan dalam kemajemukan," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (2/3). 

Menurut dia, pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang merupakan contoh yang baik. Karena melibatkan berbagai agama dari berbagai etnis di sana untuk bahu membahu menyelenggarakan kegiatan seremonial keagaamaan tersebut.

"Ini harus lebih bersinergi dalam melaksanakan perannya sesuai kondisi yang ada," katanya. 

Lukman melanjutkan, kemajemukan telah menjadi warisan dari nenek moyang terdahulu. Jadi, terimalah kenyataan itu dan buatlah jadi sebuah kekuatan untuk melawan berbagai indikasi perpecahan yang rawan muncul ketika terdapat agenda nasional. 

Melalui semangat bhineka tunggal ika, banyak hal positif antara lain meningkatnya persaudaraan, kebersamaan, tentu saja dapat menyempurnakan kekuataan kemajemukan. 

"Kemajemukan yang kita miliki dapat menjadi sebuah kekuataan bisa saling menyempurnakan satu dengan yang lain," pungkasnya.