Sumenep, InfoPublik -  Sebanyak 10 Desa di Kabupaten Sumenep menjadi sasaran Program Stunting Nasional pada Hari Gizi Nasional 2018,  karena jika melihat latar belakang masyarakat di sejumlah Desa di Sumenep, ternyata masih banyak yang mengalami kasus gizi buruk.

10 Desa tersebut di antaranya Desa Aengbaja Raja, Tamedung, Nyabakan Timur, Romben Barat, Romben Guna, dan 1 Desa di Kepulauan Sapeken tepatnya di Desa Sapeken.

Kasi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sumenep Ahmad Mashudi kepada Wartawan, Rabu (28/2), mengungkapkan, penanganan stunting akan dilakukan dengan 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

“Kekurangan gizi berkepanjangan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan anak, tetapi juga pada kecerdasannya,” ungkapnya.

Disamping itu tegas Mashudi, penyebab stunting tidak hanya karena kekurangan gizi, namun juga sanitasi lingkungan yang buruk, dan usia pernikahan dini.

Mashudi menjelaskan, pada Program Stunting, peran DP3AKB dalam bentuk intervensi pola asuh pada Ibu dan Balita yang akan dilakukan pada Kelompok Bina Keluarga Balita dan Remaja (BKBR) dengan memberikan penyuluhan Stunting yang idealnya dilakukan di Taman Posyandu.

Dalam pelaksanaan Program Stunting tersebut, nantinya di  masing-masing Desa akan diterjunkan 1 petugas dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) atau Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang dilatih.

Mashudi berharap, di Hari Gizi Nasional ini, diharapkan ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat, agar penanganan kekurangan gizi bisa segera teratasi, sebab kebutuhan gizi tidak hanya didapatkan dari makanan siap saji, tetapi bisa pada makanan yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Program Stunting ini sangat penting, utamanya untuk remaja, karena remaja yang mengalami stunting nantinya bisa melahirkan generasi atau bayi yang stunting juga,” katanya. ( Ren/Esha/Fer/toeb )