Mempawah, InfoPublik – Perayaan pergantian tahun baru Imlek 2569 di Kabupaten Mempawah berlangsung semarak, Kamis (15/2) malam. Bertempat di Vihara Tri Dharma Bakti Kecamatan Sungai Pinyuh, pergantian tahun Anjing Tanah ditandai pemotongan kue keranjang raksasa dan pesta kembang api.

Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Mempawah berdatangan ke lokasi perayaan. Tidak hanya masyarakat dari wilayah Sungai Pinyuh. Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dan jalannya acara, sejumlah ruas jalan dan lokasi perayaan dikawal ketat ratusan aparat gabungan dari Kepolisian Resor Mempawah, Kepolisian Sektor Sungai Pinyuh, Komando Distrik Militer 1201/MPh, dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Perayaan Imlek dan Cap Go Meh ini bukan hanya milik masyarakat Tionghoa saja. Melainkan menjadi tanggung jawab seluruh umat beragama di Kabupaten Mempawah untuk ikut menyukseskannya,” kata pelaksana tugas Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, dalam sambutannya.

Menurut Ramlana, perayaan Imlek dan Cap Go Meh merupakan salah satu ajang hiburan rakyat di Kabupaten Mempawah. Mulai dari penampilan aksi tatung, atraksi naga, barongsai, pawai lampion, dan sebagainya.

Kesemuanya, menurut dia, adalah warisan budaya yang bernilai edukasi positif bagi masyarakat.

“Bahkan saya lihat pada perayaan Imlek tahun ini lampion di Sungai Pinyuh tidak lagi hanya berwarna merah, melainkan juga sudah berwarna-warni. Ini melambangkan kebersamaan dan kekompakan umat beragama di Kabupaten Mempawah. Inilah bentuk harmonisasi kerukunan hidup umat beragama yang sebenarnya,” kata Ramlana memuji.

Karena itu, Ramlana menyebut perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 menjadi momentum evaluasi dan transformasi kebijakan sosial dalam membangun kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman dan kemajemukan masyarakat beragama.

Tentunya, kata dia, dengan menonjolkan sikap tenggang rasa dan saling menghormati antarumat beragama.

“Inilah makna yang sebenarnya dari nilai-nilai kebersamaan dan semangat kebinekaan. Melalui momentum perayaan Imlek ini, kekompakan, harmonisasi, dan persaudaraan umat beragama tak boleh terpecah belah dan tercerai berai. Jadikan perbedaan sebagai benteng untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” katanya mengajak.

Pada kesempatan itu Ramlana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan. Hal itu mengingat tahun 2018 merupakan tahun politik yang sangat rawan memunculkan isu-isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Tidak ada yang boleh merasa lebih tinggi, lebih kuat, dan menyebarkan kebencian di masyarakat. Mari kita bangun kebersamaan dan menciptakan kerukunan serta keharmonisan dalam kemajemukan hidup masyarakat beragama di Kabupaten Mempawah,” ucapnya berpesan.

Ketua Panitia Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018 Kabupaten Mempawah, Antonio, mengaku pihaknya telah maksimal mempersiapkan acara perayaan malam pergantian tahun, termasuk perayaan Cap Go Meh 2018 dua pekan mendatang.

“Setelah dikukuhkan, panitia langsung bekerja. Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Kami juga berupaya mencari anggaran agar penyelenggaraan ajang budaya ini berjalan dengan sukses, tertib, aman, dan meriah,” tuturnya menjelaskan.

Achien, sapaan karib Antonio, bersyukur pihaknya berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Termasuk harian Pontianak Post selaku media partner untuk menyebarluaskan informasi dan pemberitaan terkait perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Mempawah.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung penuh terselenggaraanya perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018 ini. Terima kasih pula kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kapolres, dan Dandim 1201/MPh yang telah membantu pengamanan.”

Perayaan Imlek yang mengangkat tema “Dengan Keberagaman dan Kebersamaan, Kita Sukseskan Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018” ditandai pemotongan kue keranjang raksasa oleh plt. Bupati Mempawah Gusti Ramlana didampingi panitia, jajaran Forkorpimda, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Mempawah, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.(Rio/Kus)