Jakarta, InfoPublik - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan di daerah perbatasan, karena rawan beredar obat ilegal dan makanan yang tidak layak dikonsumsi. 

"Kita harap dari 50-an kantor cabang yang akan dibangun pada tahun ini, daerah perbatasan jadi prioritas. Contohnya, perbatasan Malaysia saja, sepanjang Kalimantan ada berapa cabang yang diperlukan,” ujar Dede Yusuf di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/2). 

Menurut dia, wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga sangat riskan terhadap peredaran produk impor yang tidak layak konsumsi serta tidak memiliki izin edar. Hal ini disebabkan, adanya penduduk sekitar perbatasan yang melakukan transaksi jual beli melintasi wilayah perbatasan.

“Setiap hari masyarakat dua negara ini melakukan perdagangan melewati pintu perbatasan, karena sifatnya belanja biasa atau pasar, maka pengawasan menjadi kurang ketat,” sambungnya.

Dia berharap, adanya pembangunan balai POM, BPOM dapat meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk meningkatkan pengawasan di perbatasan. Demi mencegah masuknya obat dan makanan yang dapat membuat masyarakat keracunan atau sakit. 

“Jika narkoba saja bisa masuk, bisa saja obat-obatan yang ilegal bisa masuk,” pungkasnya.