Depok, InfoPublik - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya guru Ahmad Budi Cahyono, guru yang meninggal ditangan muridnya di Sampang Madura.

“Peristiwa tersebut sangat memukul dunia pendidikan kita. Dimana ketika kita sedang gencar-gencarnya memperkuat pendidikan karakter, justru ada kasus yang paradoks dengan perjuangan kita,” tegas Mendikbud Muhadjir saat jumpa pers Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemendikbud, Sawangan Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2).

Tidak bermaksud membela diri, Mendikbud meminta agar masyarakat dan media massa tidak menggeneralisir kasus tersebut sebagai wajah dunia pendidikan. Ada 53 juta siswa lainnya yang tentu tidak berperilaku seperti kasus tersebut.

“Saya minta jangan digebyah uyah. Jangan digeneralisir sebagai wajah dunia pendidikan kita,” tegas Mendikbud.

Untuk menjaga agar kasus-kasus kekerasan dalam dunia pendidikan tidak terus berulang, Mendikbud berjanji akan menyusun semacam panduan etika yang mengikat hubungam guru dengan siswa. Apa saja yang boleh, apa yang dilarang dalam hubungan guru dengan siswa. Termasuk sanksi jika ditemukan pelanggaran.

Mendikbud juga tengah menyisir aturan-aturan terkait perlindungan guru. Jika sekiranya UU Gurun dan Dosen masih kurang, bisa jadi akan dibuat aturan turunannya seperti Permendikbud.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak memposting lagi video-video kekerasan yang melibatkan siswa. Video video yang diposting di media sosial tersebut seharusnya tidak dirilis ulang. Ini bertujuan untuk menjaga suasana lebih tenang utamanya menjaga reputasi dunia pendidikan kita.

“Masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga suasana dan reputasi pendidikan,” pungkas Mendikbud Muhadjir.