Bogor, InfoPublik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor merilis data kerusakan dan jumlah korban terdampak gempa bumi Banten di Kabupaten Bogor pada Sabtu (27/1). Dari data itu, diketahui korban terdampak mencapai 656 Kepala Keluarga (KK) dengan total 2.532 jiwa. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) BPBD Kabupaten Bogor Sumardi, mengungkapkan, sebanyak 675 unit rumah rusak pasca gempa Banten yang terjadi pada Selasa (22/1) siang. Rinciannya, 421 rusak ringan, 163 rusak sedang dan rusak berat mencapai 48 unit.

"Sisanya, 43 unit rumah, dalam kondisi terancam," ungkapnya, Sabtu (27/1).

Ditambahkannya, tidak hanya rumah, gempa Banten juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Bogor rusak, yakni delapan masjid, satu sekolah, satu warung, satu penitipan anak, satu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), satu pondok psantren. Juga satu majelis dan dua sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

Dari data BPBD, tercatat 14 kecamatan di Kabupaten Bogor terdampak, di antaranya Caringin, Sukaraja, Cigudeg dan Nanggung. "Sementara itu, untuk jumlah desanya mencapai 39 buah dengan total 91 kampung. Tidak menutup kemungkinan terus bertambah, petugas kami terus mendata," jelas Sumardi.

Untuk tindakan pasca bencana, berbagai pihak termasuk jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor telah memberikan bantuan pada korban. Khusus untuk wilayah Kecamatan Nanggung, bantuan dibawa menggunakan enam kendaraan double cabin, satu ambulans, satu jeep dan tiga minibus. Sebab, lokasi pengungsian sulit dijangkau dengan kendaraan besar.