Jakarta, InfoPublik  - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohammad Nasir secara resmi meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018.

"Bismillahirrahmannirrahim, dengan ini SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2018, saya luncurkan," tutur Menristekdikti M. Nasir di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).
Peluncuran program tersebut ditandai dengan penekanan tombol sebagai tanda telah dibukanya SNMPTN dan SBMPTN 2018.

Penyelenggaraan program penerimaan mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

Untuk penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2018, dibagi menjadi 3 jalur seleksi, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Penerimaan melalui jalur SNMPTN, yaitu seleksi yang difokuskan berdasar prestasi dan portfolio calon mahasiswa.

Sedangkan SBMPTN, difokuskan pada seleksi hasil ujian tertulis dengan memanfaatkan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Sementara Seleksi Mandiri, difokuskan pada seleksi yang telah diatur oleh masing-masing PTN serta bisa memanfaatkan nilau hasil SBMPTN.

Sementara itu Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SMBPTN 2018 Ravik Karsidi mengatakan jumlah alokasi daya tampung dari ketiga jalur seleksi tersebut.

"Komposisi daya tampung tidak berubah, SNMPTN paling sedikit 30 persen, SBMPTN paling sedikit 30 persen, dan Mandiri paling banyak 30 persen," kata Ravik.

Bagi para calon mahasiswa yang ingin melakukan pendaftaran SBMPTN, bisa dilakukan secara online dengan mengikuti tata cara yang ada di laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.