Ambon, Infopublik - Proses belajar di sekolah merupakan media interaksi antar siswa dan guru dalam transformasi pengetahuan serta pembentukan karakter.

Hal tersebut disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat meresmikan SD Kristen 1 dan 2 Hunuth - Durian Patah milik Yayasan Pendidikan Kristen JB Sitanala, Jumat (1/12).

Sekolah yang dibangun pada tahun 1963, mengalami dua kali musibah kebakaran, pada tahun 1999 serta April 2016 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SD Kristen 1 Hunuth-Durian Patah, Angel Pattimukai dalam laporannya.

Pembangunan sekolah menelan anggaran sebesar Rp 1,2 Miliar yang berasal dari APBD Kota Ambon dan Dana Alokasi Khusus (DAK) berjumlah Rp527 Juta untuk pembangunan 9 ruang kelas dan 2 toilet.

Wali Kota Ambon dalam sambutannya menjelaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang, yang harus dipersiapkan guna mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.

Untuk itu, Pemkot Ambon memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dengan sasaran prioritas yaitu pemerataan pendidikan, peningkatan mutu dan manajamen pelayanan pendidikan.

“Pemerintah menyadari sungguh, melalui pendidikan, kita mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dan generasi penerus bangsa yang berkualitas, oleh karena itu, kemajuan sektor pendidikan sudah seyogyanya menjadi tanggungjawab kita bersama,” ungkap Walikota.

Walikota Richard memberikan apresiasi yang tinggi kepada stakeholder dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan secara khusus Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) DR JB Sitanala yang telah menyediakan sarana pendidikan yang representatif, sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kualitas pendidikan harus dapat kita jaga dan ditingkatkan, menciptakan selalu hubungan harmonis antara pengelola sekolah dan yayasana agar terjadi kerja sama yang baik antara kedua pihak, hal ini diperlukan agar adanya transparansi atau keterbukaan dan komunikasi yang baik, itu menjadi kata kunci penting dalam keberhasilan pengelolaan manajemen sekolah,’’ Ujar Walikota.

Walikota Richard Louhenapessy menambahkan, dibutuhkan sarana pembelajaran yang memadai, berupa alat pembelajaran maupun gedung sekolah yang layak, sehingga akan tercipta kenyamanan dan keamanan para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Sekolah ini segera dimanfaatkan penggunaannya dalam proses belajar mengajar untuk mencetak calon-calon pemimpin masa yang produktif, kompetitif, inovatif, visioner serta beraklak mulia,’’ jelas walikota. (MC Ambon, MP)