Bukittinggi, Infopublik - Pemerintah Kota Bukittinggi mengkaji ulang kegiatan hari bebas kendaraan atau car free day di Jalan Sudirman yang telah berlangsung selama ini.

Car free day diharapkan tidak hanya sebagai hari bebas kendaraan tetapi lebih dari itu menjadikannya sebagai sarana membangun media komunikasi masyarakat disamping olahraga yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Di lokasi car free day, hendaknya ditampilkan daya tarik dengan menyediakan space untuk berjualan bagi pedagang kuliner dan pentas untuk menampilkan kreatifitas generasi muda dan penampilan budaya serta sarana promosi produk yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Hal tersebut terungkap saat rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi yang dihadiri oleh sejumlah kepala SKPD di ruang rapat utama Balaikota Bukittinggi, Kamis (11/1).

Irwandi mengatakan perumusan konsep baru car free day dibuat dengan melibatkan peran sejumlah SKPD.

“Car free day yang tujuannya adalah untuk mengurangi polusi udara saat masyarakat beraktifitas dan melakukan olahraga, kedepannya tidak hanya sampai disitu, car free day ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang silahturrahmi bagi masyarakat pencinta olahraga dan seni serta pencinta kuliner,” ujarnya.

Kemudian juga ditambahkan Irwandi bahwa kawasannya akan diperluas dan ada aktifitas disana, pedagang kuliner ataupun pedagang baju atau distro nantinya akan dikoordinir oleh Dinas Koperidag UKM, pemeriksaan kesehatan gratis oleh DKK dan Donor Darah oleh PMI, pentas seni akan dikelola oleh Dinas Pasparpora dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sehingga car free day  ini dapat dijadikan ajang komunikasi antar masyarakat dan pengunjung, bahkan saat ini setiap Minggu pagi ada kecendrungan orang datang dari Payakumbuh dan Padang Panjang datang ke Bukittinggi hanya untuk berolahraga dan ini kita manfaatkan agar ada sesuatu yang mereka dapatkan selama di Bukittinggi, tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Erwin Umar mengungkapkan bahwa car free day dengan konsep baru ini akan dilaksanakan efektif mulai bulan Februari setiap minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulannya mulai pukul 06.00 sampai pukul 11.00 Wib, dengan lokasi dimulai dari Depan Badan Keuangan sampai Simpang Yarsi dan Samping Sub-Denpom hingga mesjid Al Hanif.

“Selain hal ini akan menjadi destinasi alternatif yang dapat dimanfaatkan warga dan pengunjung kota, ini adalah salah satu upaya Pemko untuk menghidupkan UKM dan ekonomi warga,”  pungkasnya. (MC Prov Sumbar/WebKobukittinggiYlm)