Jakarta, InfoPublik - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan untuk menghadapi tahun 2018 yang penuh tantangan ini, TNI tetap sejalan dengan kebijakan yaitu Peningkatan Profesional dan Kesejahteraan Prajurit.

Menurutnya meningkatkan profesional prajurit yaitu pertama dengan membangun kekuatan bisa dengan industri pertahanan di dalam negeri dengan BUMN Strategis dan juga bisa dilaksanakan dengan TOT dari Produk Luar Negeri untuk mendukung kekuatan alutsista TNI. "Hal ini sejalan dengan program Renstra Kedua 2014-2019," ungkap Hadi usai Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan (Rapim Kemhan) 2018 di Kantor Kemhan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Namun demikian, Hadi mengaku, bahwa ada beberapa alutsista yang secara bertahap akan memenuhi kebutuhan dari tiga matra di TNI. Disamping itu, untuk meningkatkan profesionalis prajurit, juga disampaikan tadi dalam paparan Rapim tersebut yaitu meningkatkan kemampuan prajurit dengan cara memperkuat pendidikan dan pelatihan.

Sementara itu,  Dalam rangka mensejahterakan  prajurit TNI, Panglima TNI Hadi menyebutkan,  pihaknya akan melakukan pengadaan 7.000 rumah dinas bagi prajurit TNI.Menurutnya prajurit-prajurit TNI harus mendapatkan tempat tinggal yang layak."Pelaksanaannya membuat perumahan atau flat. Jadi, di mana prajurit mereka bertugas, mereka langsung mendapat tempat layak,"tuturnya.

Hadi menjelaskan tujuan dari meningkatkan profesionalisme prajurit. Tujuannya tak lain agar TNI mampu melaksanakan fungsi sebagai penangkal, penindak, dan pemulih, serta mampu melaksanakan tugas pokok yang diberikan."Menjaga kedaulatan, menegakan, menjaga nkri dan melindungi segenap bangsa. Itu pokok permasalahan yang kita bicarakan, materi yang kita bicarakan, kita akan memperkuat jati diri TNI," ujarnya.

Sebelumnya, pada saat berkunjung ke Markas Komando Komando Pasukan Khusus (Mako Kopassus), Hadi mengatakan, ia akan mencari suatu formulasi atau skema untuk memberikan kesejagteraan berupa rumah pribadi kepada seluruh prajurit TNI. Itu dilakukan agar prajurit yang bertugas ke luar dapat terbebas dari pikiran-pikiran yang mengganggu. "Sehingga, apabila prajurit ditugaskan keluar, mereka sudah merasa tenang. Nyaman meninggalkan keluarganya yang ditinggal ke daerah jauh,"kata Hadi