Jakarta, InfoPublik - Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjelaskan penanganan menghadapi fenomena kejadian luar biasa (KLB) Difteri yang terjadi di berbagai pelosok tanah air. 

"Terjadi KLB selama sebulan belakangan ini dan masa reses sehingga tidak bisa memanggil menteri," ujar Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/1). 

Menurut dia, selama masa reses anggota DPR menemukan di daerah tertentu ada yang belum siap melakukan imunisasi. Akibatnya, muncul serangkaian dampak yang diduga merugikan masyarakat antara lain langka dan mahalnya vaksin difteri yang beredar.

"Jadi kemarin kita panik dan vaksin ulang sempat terjadi kelangkaan vaksin dan melambungnya harga vaksin," katanya. 

Kemudian, lanjut Dede, legislatif ingin mengetahui langkah-langkah Kemenkes untuk mengatasi pencegahan penyebaran virus diatas kedepannya. "Apa yang dilakukan pemerintah selanjutnya, kalau muncul lagi pasti ada bibit-bibitnya," pungkasnya.