Surabaya, InfoPublik - Setiap aparatur Kementerian Agama diharapkan melakukan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antarumat beragama.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya  Prof Dr H Abdul A’la M.Ag saat membacakan sambutan Menteri Agama RI Drs Lukman Hakim Saifuddin dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-72 di Kampus UINSA Surabaya, Rabu (3/1).

"Melihat amat pentingnya tugas itu, maka pada setiap diri aparatur Kementerian Agama melekat beberapa misi yang saling terkait. Misi itu antara lain mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu," katanya.

Ia menambahkan, pada masa kekinian, tugas tersebut semakin berat tantangannya karena menghadapi zaman yang cepat berubah. 

Selain lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global hingga generasi digital, tuntutan publik pun semakin tinggi, terbuka, dan spontan, sehingga diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kemenag.

Oleh karena itu, Menag menginstruksikan kepada segenap pegawai di lingkungan Kemenag RI agar fokus perhatian tidak sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun. Penyerapan anggaran, harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal. 

Di sisi lain, perlu juga giat berinovasi agar lembaga terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, Menag berharap tahun 2018 semua layanan di pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government.

Berbagai capaian yang mengiringi usia ke-72 menunjukkan bahwa Kemenag RI telah mampu bertransformasi melalui sistem yang baik. Namun, hal ini harus segera diimbangi dengan perubahan mental, cara berpikir, dan budaya kerja yang baik. 

“Lima Nilai Budaya Kerja tak boleh sekadar jadi slogan, tapi harus terus terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja. Selain itu, prinsip Bersih dan Melayani harus senantiasa dijunjung tinggi,” tegas Menag.

Terkait tema Peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama tahun 2018 "Tebarkan Kedamaian", Menag menyampaikan, bahwa tema tersebut dipilih karena pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian. 

Karena itu, Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan semua komponen umat beragama di Tanah Air agar bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian.

Pesan lainnya yang juga disampaikan Menag kepada seluruh jajaran Kemenag agar memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan.

“Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan,” pesan Menag sebelum mengakhiri sambutan.

Tak lupa, Menag mengingatkan agar meyakini panggilan tugas melayani sesama sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing sebagai pengejawantahan dan manifestasi dari panggilan Tuhan. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-mad/toeb)