Surabaya, InfoPublik - Di penghujung tahun, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menggelar analisa dan evaluasi keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) 2017.

Kali ini, Kapolda menggandeng Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman dan menunjukkan kekompakan serta sinergitas Polri bersama TNI.

"Untuk pertama kalinya pelaksanaan anev dilakukan Kapolda Jatim dengan didampingi Pangdam. Saya bersama Pangdam komitmen untuk terus sinergi menyongsong tahun 2018 yang menjadi tahun politik dan menjaga netralitas dalam mengamankan Pilkada," kata Kapolda, Jumat (29/12).

Dalam evaluasi kegiatan, jenderal polisi bintang dua tersebut menjelaskan, pengungkapan kasus oleh Polda Jatim mengalami peningkatan sebesar 10,1 persen. "Tahun 2016 cleareancerate sebesar 64,01 persen. Tahun 2017 meningkat menjadi 74,21 persen," ujar Kapolda.

Untuk kasus pidana umum yang menonjol yakni pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan, pembunuhan, hingga kasus begal. Kasus pidana khusus yakni pengungkapan tindak pidana korupsi yang naik 100 persen dari 32 kasus di 2016 menjadi 64 kasus di 2017.

Pidana khusus lain yakni kinerja tim saber pungli yang berhasil menangani 95 kasus, kasus ilegal logging empat kasus, dan kasus ilegal minning 10 kasus. Ungkap lain yang berhasil dilakukan yakni kasus limbah cair dan oli bekas yang termasuk limbah bahan berbahaya beracun asal Korea Selatan.

Untuk kasus pidana narkoba berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu, ganja, dan pil PCC. "Kasus narkoba ini pengungkapan sabu hampir 50 kg jaringan Jakarta dan Kalimantan. Ada ganja juga. Keberhasilan ini menyelamatkan masyarakat Jawa Timur dari bahaya narkoba," jelasnya.

Dari aspek lalu lintas, terjadi peningkatan kasus jumlah kecelakaan. Di tahun 2016 terdapat 23.103 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 5.794 orang, luka berat 1.669 orang, luka ringan 29.272 orang. Tahun 2017 ini naik menjadi 24.196 kasus dengan korban meninggal dunia 5.346 orang, luka berat 1.005 orang, dan luka ringan 31.885 orang.

Berbagai kegiatan operasi juga dilakukan.  Mulai dari operasi simpatik, operasi patuh sasaran, operasi ramadnya, operasi zebra, hingga operasi Lilin. Sedangkan operasi kewilayahan yang berhasil terlaksana, yakni operasi tumpas narkoba, operasi bina kusuma, operasi pekat, dan operasi sikat semeru. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-afr/eyv)