Jakarta, InfoPublik-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian acara selama dua hari untuk merayakan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember setiap tahunnya.

Tahun ini, KPK mengangkat tema “Bergerak Bersama Memberantas Korupsi Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera”. “Keterlibatan aktif masyarakat dalam pemberantasan korupsi, seperti gerakan ini, merupakan salah satu cakupan dalam strategi pemberantasan korupsi yang komprehensif dan mengikutsertakan seluruh pemangku kepentingan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Senin (11/12).

Tema ini diangkat untuk menyatukan semangat pemberantasan dan aksi pencegahan korupsi ke seluruh negeri. Rangkaian acara ini terbagi dari paparan kemajuan upaya pemberantasan korupsi di institusi pemerintah, hingga ke pameran inovasi dan pelibatan masyarakat.

KPK berharap dengan berbagai kegiatan dalam peringatan ini, seluruh lapisan masyarakat mendapat informasi menyeluruh tentang kerja bersama pemberantasan dan pencegahan korupsi. Untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi dalam negeri, KPK dan pemerintah berkolaborasi menyusun aksi antikorupsi melalui Perpres Tim Nasional Antikorupsi. KPK akan menjadi koordinator dalam penyusunannya.

Salah satu yang paling menjadi perhatian Presiden Joko Widodo adalah deregulasi. Ia mengatakan banyaknya aturan sangat potensial menjadi alat pemerasan. “Ini yang harus kita pangkas karena membebani masyarakat dan membuat negara ini tidak efisien,” ujar Presiden Joko Widodo, di Hotel Bidakara dalam pembukaan perayaan Hakordia.

Selama pemerintahannya, Jokowi mengatakan telah memangkas 42 ribu peraturan yang tumpang tindih. Hasilnya, peringkat Indonesia dalam Easy of Doing Bussiness meningkat dari peringkat 120 pada tahun 2014 menjadi peringkat 91 pada tahun 2017, dan menjadi peringkat 72 pada tahun 2018.

Kolaborasi pemberantasan korupsi tak hanya dilakukan dengan lapisan masyarakat dalam negeri. Indonesia juga menjadi bagian dari dunia yang juga melakukan usaha pemberantasan korupsi.

Hari antikorupsi sedunia ini ditetapkan saat penandatangan Konvensi Antikorupsi Perserikatan Bangsa Bangsa atau UNCAC di Merida, Meksiko. Di antara negara-negara di dunia, saat ini Indonesia ada di peringkat 90 dari 176 negara. Salah satu prestasi yang baru diraih KPK adalah satu gerakan pelibatan masyarakat Indonesia dalam pencegahan korupsi yang dianugerahi penghargaan tingkat dunia Anti-Corruption Excellence Award 2017dalam kategori kreativitas dan pelibatan publik dalam gerakan anti korupsi, untuk gerakan “Saya, Perempuan Anti Korupsi”.