Batam, InfoPublik - Ketua Dekranasda Kota Batam Marlin Agustina Rudi meresmikan Galeri Rumah Kreatif Batam, Rabu (6/12). Diresmikannya galeri ditandai dengan pengguntingan pita oleh Marlin, yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam.

Galeri yang beralamat di Komplek Ruko Golden Wealth Blok C No.04 ini didirikan oleh Elviana atau yang akrab disapa Bunda Elvi.

Di galeri ini, Bunda Evi menjual hasil karyanya bersama anak didiknya yang dibuat dari bahan dasar kerang-kerangan. Di tangan dingin Bunda Elvi, kerang-kerangan itu disulap menjadi bros baju, kalung, kotak lampu hias, bingkai foto yang memiliki nilai jual.

Di sela mengunjungi galeri, Marlin menyempatkan diri untuk belajar membuat kerajinan dari kerang tersebut. Sebagai ucapan terimakasih kepada Ketua Dekranasda, Bunda Elvi menghadiahkan bingkisan berupa foto Marlin yang dibingkai dengan kerajinan dari kerang-kerangan.

"Semua ini bermula dari hobby saya melukis. Saya melukis patung, kaca maupun kain. Hanya saja minat kurang untuk kerajinan yang saya buat itu. Berkat motivasi dari orang-orang di sekeliling saya, maka saya mencoba untuk membuat kerajinan dari bahan lain dan saya memilih kerang-kerangan ini," ceritanya.

Sebelum memutuskan untuk membuka galeri, Bunda Elvi mengaku membuat kerajinan itu hanya untuk mengisi waktu luangnya. Untuk terus mengasah kemampuannya dalam berkreasi dengan kerajinan, Bunda elvi juga kerap diundang menjadi narasumber untuk memberikan pelatihan.

Wanita yang dikenal dengan panggilan bunda pemulung ini, juga selalu mengikuti pameran kerajinan untuk memasarkan produk-produknya baik di dalam maupun luar negeri. Kerang-kerangan ini diperolehnya dari istri-istri nelayan.

"Gonggong dan kerang-kerangan tidak hanya bisa dibuat untuk hiasan dinding saja tapi juga bisa untuk fashion. Tas, kalung. Saya juga sedang membuat baju pengantin berlapis gonggong," katanya bangga.

Lisya Anggraini, Direktur Eksekutif Entrepreneurship Batam Pos, mengungkapkan bahwa produksi kerajinan dari kerang-kerangan memiliki potensi besar sehingga perlu dikembangkan.

Diakuinya selama ini belum ada tempat yang bisa dikunjungi oleh para turis yang datang ke Batam. "Dengan adanya galeri ini maka tour and travel bisa membawa turis yang berkunjung ke Batam untuk berkunjung ke galeri ini," katanya singkat.

Selaku Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin mendukung penuh usaha kerajinan kerang-kerangan yang dibuka oleh Bunda Evi. Ia juga memberi apresiasi kepada masyarakat di Kota Batam yang memiliki keahlian entrpreneurship.

Dalam kesempatan itu, Marlin menyampaikan jika Dekranasda Batam akan memiliki gedung dan akan diresmikan dalam waktu dekat. Kini ia tengah melakukan seleksi terhadap produk-produk apa saja yang bisa dipasarkan melalui Dekranasda. Marlin juga meminta kepada camat dan lurah untuk menyeleksi hasil produk UKM yang ada diwilayahnya.

“Mulai dari label halal, bagaimana kemasannya diseleksi untuk dapat dipasarkan melalui Dekranasda. Nanti tour dan travel yang membawa wisatawan wajib hukumnya mampir ke Dekranasda. Walaupun Cuma sepuluh menit,” tegasnya.

Saat ini, menurutnya, Dekranasda tengah mengembangkan batik karena batik yang bisa dikembangkan di Batam bukan hanya Batik Gonggong. Marlin mengatakan sudah bermacam-macam corak batik yang dihasilkan.

Ini merupakan salah satu program kerja Dekranasda memberikan pelatihan batik dan kuliner kepada pengerajin batik yang aktif. Marlin mengajak agar para ibu-ibu dapat fokus menekuni hobbynya.

Marlin juga mendapat tawaran dari Ciputra Grup untuk mengisi super blok yang akan dibangun dengan kerajinan dari Batam. Untuk kerjasama ini akan dilakukan MoU antara Dekranasda dengan pihak Ciputra.

“Jadi nanti konsepnya seperti di Bali. Semoga semua mitra bisa bekerjasama. Oleh karena itu saya bangga bisa membuka acara pada sore ini. Karena banyak yang bisa membuat kerajinan tapi untuk bisa seperti ini tidak semua,” katanya. (HP/toeb)