Bangkok, InfoPublik - Muslim Traveler Indonesia harus menjadi turis world class dan mengikuti paket wisata halal ke mancanegara dengan aman dan nyaman, seperti disampaikan Thjan Matius, Founder and Inventor One World Halal Tourism Hub, di Bangkok, Rabu (6/12).

“Muslim traveler Indonesia bisa menjadi  turis world class kalau pemerintah dan swastanya bekerjasama dengan negara yang menjadi  destinasi wisata paket halal sehingga ada legitimasi untuk penanganan khusus dan menciptakan paket inbound dan outbound,” tambah Thjan Matius.

One World Halal Tourism Hub akan menandatangani kerjasama( MoU) dengan Lion Air Thai untuk membuat paket wisata halal baik dari dan ke Indonesia (inbound)  maupun dari dan ke Thailand (outbound). 

“Kami sebagai whole seller akan dibantu oleh PT Patihindo Permai dan Yang World Travel Co. Ltd  yang akan mengemas paket- paket wisata inbound maupun outbound Indonesia- Thailand,” jelasnya.

Sedikitnya dari MoU ini akan lahir 25 paket wisata sehingga muslim Thailand yang jumlahnya mencapai lebih dari 7 juta orang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata halal. Begitu juga sebaliknya muslim Indonesia bisa menjadikan Thailand sebagai tujuan wisata halal dimana mereka bisa sholat lima waktu tepat waktu dan makan di tempat-tempat halal di negara non muslim ini.

“MoU akan dilaksanakan pada Kamis, 7 Desember 2017 di Hotel Al Meroz sebagai leading hotel halal di Bangkok yang juga memiliki restoran halal Sofia berkapasitas 400 orang,” kataThjan Matius.

Muslim  Indonesia bisa menjadi world class traveler di Thailand maupun di negara-negara lainnya dengan melakukan perjalanan yang aman dan nyaman mengikuti panduan yang akan disebarkan melalui sosial media seperti Do and Don’t jika berpergian secara group.

“Nanti kita kemas paket wisata yang terjangkau dari dan ke Thailand maupun Indonesia dilengkapi dengan panduan misalnyasetiba di airport Don Muang, Bangkok, harus melakukan apa, dimana  meeting point dan tips-tips lainnya agar pejalanannya lancar dan nyaman,” tambahnya.

Charter flight dan wisata bersama group rombongan akan memudahkan wisatawan Indonesia ke Bangkok karena di lingkungan airport petugas yang mampu berbahasa Inggris dengan baik jumlahnya terbatas. Dengan penerbangan charter berjadwal dan kedatangan secara berombongan maka masalah kecil seperti bahasa dapar teratasi karena ada penterjemah.

Thjan Matius berharap setelah mengawali kerjasama dengan Thailand untuk mengemas paket wisata halal maka MoU juga akan dilakukan dengab Korea Selatan, China, Hongkong, Philipina,  Taiwan dan Vietnam.

“Kalau kita searching di internet jumlah muslim di Thailand baru sekitar 4 juta orang tapi nyatanya dari asosiasi muslim di Thailand jumlah penganut muslimnya 7 juta orang. Ini potensi besar bagi Indonesia untuk mengembangkan wisata halal,” katanya.

Pemerintah dalam hal ini Kementrian pariwisata dapat menyisihkan dana promosinya secara khusus untuk mendukung wisata halal dengan Thailand ini sehingga ke depannya pihak swasta dapat menindaklanjuti kerjasama dengan industri wisata ke dua negara termasuk peluang investasi yang ada.

Jika pengembangan wisata halal RI-Thai diikuti target 6 negara lainnya maka Indonesia bisa menjaring potensi 350 juta umat Islam yang ada di kawasan Asia. Dengan demikian target kunjungan 20 juta wisman pada 2019 mudah tercapai, tegas Thjan Matius.

Dia berharap kerja sama yang dipelopori pihak swasta ini mendapat dukungan dari semua pihak terkait sehingga Indonesia dapat mengejar ketertinggaka  dalam pengembangan wisata halal 

“Pengembangan wisata halal pada kenyataannya tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus ada penunjang yang menjamin keangsungan bisnis dan pengembangannya ke depan,”  kata Thjan Matius.