Purworejo, InfoPublik - Terik mentari makin menyengat di kawasan Pantai Jatimalang, Purworejo, Minggu (3/12). Namun antusiasme pengunjung untuk menyaksikan Kejuaraan Pacuan Kuda Gubernur Jateng Cup II sama sekali tidak surut. 

Sorak sorai terdengar riuh ketika satu per satu kuda gagah yang akan bertanding memasuki lintasan. Lima ekor kuda siap beradu kecepatan di Kelas G.

Mereka adalah Laskar Romadhon  dan Mantili kuda milik Suhadi dari Brotoseno Stable, Jayadipa kuda milik Letkol Agus Cahyono dari Maju Mapan Stable, Pangeran Pengging kuda milik Kodik Gerlan Stable, dan Aisiah kuda milik Tiyo Kadipiro Stable.

Lintasan pasir sepanjang 1.000 meter menjadi tantangan bagi kelima kuda tersebut untuk memperebutkan Piala Ketua Polosoro. Bersama dengan sang joki, Jani, kuda nomor urut 1 Laskar Romadhon melejit sebagai juara pertama. Kecepatan kuda jantan itu membuat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan penonton lainnya berdecak kagum.

Gubernur Jawa Tengah itu mengapresiasi inisiatif warga yang telah menyelenggarakan kejuaraan pacuan kuda untuk kali kedua. Dia berharap, event tersebut dapat menjadi agenda pariwisata tahunan.

Sehingga menjadi magnet bagi turis untuk berkunjung ke Kabupaten Purworejo. Terlebih lagi, kejuaraan pacuan kuda Gubernur Jateng Cup II itu dihelat di tepi Pantai Jatimalang.

“Saya senang masyarakat punya gagasan untuk membuat acara yang unik seperti ini. Mudah-mudahan bisa menjadi acara tahunan dan Purworejo punya kesempatan ini menjadi kalender event pariwisata,” ujar Ganjar.

Jika tahun depan Piala Gubernur ini diteruskan, dia berharap persiapan segera dilakukan. Sebab untuk penyelenggaraan event besar setidaknya membutuhkan waktu persiapan selama satu tahun.

“Siapkan dengan baik agar satu tahun sebelum pelaksanaan panitia sudah meyiapkan segala sesuatunya. Kira-kira tiga sampai empat bulan sebelum pelaksanaan bisa dilakukan promosi,” pesannya.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, panorama pantai yang menjadi lokasi kejuaraan pacuan kuda memiliki nilai jual tersendiri bagi para turis.

Panitia dimintanya lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang pariwisata tersebut. Misalnya dengan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menunggangi kuda wisata dan berkeliling di tepi pantai.

Lokasinya bagus, pas di pinggir laut. Mudah-mudahan kalau ini bisa ditata lebih baik lagi, ini menjadi destinasi wisata yang bagus. Kalau sudah punya lokasi yang bagus, event yang bagus, tinggal kemudian cara menjualnya.

“Mudah-mudahan bisa menghasilkan atlet-atlet yang bagus, kuda yang bagus, dan event ini menjadi perhatian seluruh Indonesia,” harapnya. (MC Jateng/toeb)