Sumbawa Besar, InfoPublik - Sebagai tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), PT Bank NTB Cabang Sumbawa melaksanakan acara Sosialisasi Perubahan Kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank Syariah dilaksanakan pada Selasa (21/11) di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan bahwa konversi Bank NTB syariah sangat sejalan dengan semangat Pemerintah Daerah yang ingin membawa Masyarakat Sumbawa menjadi masyarakat yang religius sesuai kultur budaya sumbawa yang sangatIislami yaitu, “adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko kitabullah”, yang tertuang dalam salah satu misi yaitu “mewujudkan masyarakat yang religius dan memelihara toleransi antar umat beragama”.

Lebih lanjut disampaikan keberadaan bank yang berprinsip syariah selain bank konvensional di Kabupaten Sumbawa ini menjadi alternatif pilihan dan juga memberikan peluang bagi masyarakat sumbawa yang ingin menerapkan nilai-nilai keislamannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perbankan Syariah memiliki tujuan yang sama seperti perbankan konvensional, yaitu agar lembaga perbankan dapat menghasilkan keuntungan dengan cara meminjamkan modal, menyimpan dana, membiayai kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai, namun bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Dijelaskan pula pada kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya-pun sangat berbeda dengan bank konvensional. Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih bertransaksi dengan menggunakan bank syariah.

Sebelumnya Komisaris PT. Bank NTB Prof. DR. Mansyur Afifi, SE.,M.Si menyampaikan bahwa pembukaan unit Bank NTB Syariah merupakan bentuk kepedulian dan wujud nyata pemerintah daerah selain pemberdayaan masyarakat juga memberikan pelayanan publik. Kemudian dipilihnya syariah, tidak lepas dari permintaan masyarakat NTB yang bermayoritas muslim. Sehingga dengan Bank NTB syariah, pembiayaan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah pula.

Sebelum ingin mengubah Bank NTB menuju Syariah, ungkapnya, pihaknya terlebih dahulu mengkaji sejumlah Bank Syariah. Baik menurut agama, maupun secara akademis dan empirik. Dimana dari 13 Bank Syariah di Indonesia, ada 10 hasil konvensi, 2 hasil perpisahan dengan induk Bank, dan satu Bank yang memang dihajatkan sebagai bank syariah. Kemudian, pihaknya mengkaji lebih dalam lagi dengan menelaah bank syariah tersebut satu per satu.

Ternyata perkembangan aset bank syariah jauh lebih cepat dibandingkan dengan bank konvensial. Seperti, salah satu bank syariah yang memiliki modal awal Rp300 milliar, setelah 13 tahun berjalan asetnya menjadi Rp80 trilliun. Demikian pula dengan Bank Syariah lainnya, yang rata-rata asetnya tumbuh sekitar 30 persen pertahun nya. Sementara apabila dibandingkan dengan Bank Konvensional hanya tumbuh sekitar 14 persen pertahun.

“Itulah kenapa sebabnya kami mencoba ubah dari konvensial ke syariah, karena peluangnya lebih besar. Ini kajian kami dari akademik dan empirik. Kemudian kita lihat kembali di NTB perkembangan bank syariah rata-rata 36 persen. Kemudian kalau bank konvensial hanya 17,64 persen. Jadi jauh sekali perkembangannya,” terangnya.

Selain itu, jika dilihat dari Finance Deposit Rasio (FDR) pada bank syariah sangatlah baik. Artinya rasio tabungan dan pembiayaan untuk bank syariah sebesar 180 persen. Terdiri dari 100 persen dana masyarakat yang disalurkan untuk pembiayaan dan 80 persen milik Bank.

“Ini artinya permintaan bank syariah dari masyarakat sangat tinggi. Jadi saya anggap pasar untuk bank syariah terbuka masih lebar,” terangnya.

Dalam pemutaran video sambutan Gubernur NTB selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank NTB Gubernur menyampaikan bahwa perbankan syariah dapat menjadi bagian strategis dalam meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan dalam pembangunan ekonomi. Dimana persoalan mendasar yang kerap dihadapi ialah ketimpangan ekonomi. Sehingga kehadiran perbankan syariah mampu menjadi jalan keluar dalam mengatasi persoalan ketimpangan ini mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam perbankan syariah mengedepankan asas keadilan dalam setiap aspeknya.

“Kita perlu kembangkan bank syariah ini karena menjanjikan dan tentu sesuai dengan prinsip agama. Dan konvensi ini menjadikan bank NTB yang lebih baik lagi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk Bank NTB Syariah ini,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua I DPRD Kab. Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Waka Polres Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Sumbawa, Komisaris PT. Bank NTB, Direktur Kepatuhan Bank NTB, Tim pengkaji Perda PT. Bank NTB Syariah, Dewan Pengawas Syariah PT. Bank NTB, Pemimpin Divisi Unit Usaha Syariah PT. Bank NTB, Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa beserta jajaran, Toga Toma dan para nasabah Bank NTB Sumbawa. (ra/mckabsumbawa/elvira)