Jakarta, InfoPublik - Industri perhotelan di Indonesia menginginkan agar masalah sertifikasi dibenahi, karena masa depan dari industri ini sangat tergantung dari sumber daya manusianya.

Ketua Umum Jakarta Hotel Association yang menaungi lebih dari 140 hotel bintang lima dan empat di Jakarta, Alexander Nayoan mengungkapkan bahwa industri perhotelan mengalami kekurangan tenaga ahli dibidangnya dan sertifikasi profesi yang belum memadai untuk posisi top management di industri ini.

"Buat sertifikasi General Manager misalnya itu apa saja yang dibutuhkan? Idealnya seorang GM harus memiliki sertifikasi dari semua posisi yang ada di bawahnya,” ujar Alex dalam keterangan tertulisnya yang diterima InfoPublik di Jakarta, Selasa (14/11).

Menurut dia, untuk posisi GM, dibutuhkan sekitar 54 sertifikasi profesi, sayangnya tidak semuanya bisa didapatkan. "Yang tersedia mungkin sekitar 15 sertifikasi. Inipun mengambil dari banyak tempat (sertifikasi profesi),” jelas dia.

Dia mengatakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata tidak bisa menyediakan standarisasi profesi yang jelas untuk pekerja di sektor hospitaliti. 

"Pelaku industri perhotelan telah mengeluhkan hal ini dari sekitar 6-7 tahun yang lalu, akan tetapi hingga saat ini belum ada solusi yang konkrit dari regulator," ujarnya