Tidore, InfoPublik – Fasilitator program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang tergabung dalam Tim 11 Kota Tidore Kepulauan, menggelar Pelatihan Kapasitas Masyarakat Kotaku, Senin (13/11).

Pelatihan tersebut, digelar dalam rangka mensukseskan program pemerintah KOTAKU dan implementasi perubahan pola pikir masyarakat terkait kesadaran lingkungan yang sehat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Berdikari Kelurahan Dokiri ini, diikuti 20 orang peserta BKM bersama 15 orang Tim Inti Relawan partisipatif (TIPP), 15 peserta On The Job Training (OJT) serta 15 peserta keterampilan.

Fasilitator KOTAKU Budiyanto Hasan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menyampaikan menyamakan persepsi masyarakat khususnya yang tergabung dalam BKM mengenai persoalan Kota Kumuh dan lingkungan yang sehat.

Dikatakan bahwa untuk menjelaskan definisi tentang kumuh perlu diketahui ada 7 indikator yang saling berkaitan, antara lain Bangunan Hunian, Pengelolaan Pembangunan Jalan Lingkungan, Pembangunan Drainase, Sarana Air Minum, Sanitasi, Pengelolaan Persampahan, dan Penanganan Kebakaran.

Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat mampu merencanakan dokumen Rencana Penataan Lingkungan Pemukiman agar lingkungan pemukiman di setiap kelurahan dapat tertata dengan baik dan terhindar dari 7 persoalan Kumuh, serta mampu membangun kreatifitas masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga.

Sejalan dengan Budiyanto, Koordinator BKM Berdikari Suwardi Ibrahim menjelaskan bahwa persoalan terbesar dari ketujuh indikator Kumuh khususnya di Kota Tidore Kepulauan adalah persoalan sampah.

Oleh karena itu, BKM merasa perlu membina masyarakat yang memiliki kreatifitas mengolah limbah menjadi barang bermanfaat yang bernilai ekonomis. Jadi kegiatan ini juga sangat sinergi dengan  Program Pemerintah “Kota Sehat”.

Suwardi menambahkan bahwa BKM bersama Fasilitator KOTAKU telah sepakat melakukan pelatihan mengolah limbah plastic untuk di daur ulang menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis seperti Vas Bunga, Wadah Toples, tempat tisu dan lain-lain.

Dengan pelatihan ini berarti masyarakat mampu mengatasi beberapa persoalan secara sekaligus yaitu mengendalikan limbah plastik rumah tangga dan meningkatkan kreatifitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Fasilitator Tim 11 KOTAKU beranggotakan 5 orang masing-masing Budiyanto Hasan, Hadijah Taher, Sukri Maani, Sukardi Ilyas dan Ratna Hadi. (MC Tidore/toeb)